Langsung ke konten utama

Postingan

Postingan terbaru

Himbauan KOWANTARA untuk Pedagang Warteg dalam menghadapi Virus Corona (Covid-19) yang berasal dari Wuhan Cina

Press Release

Himbauan KOWANTARA untuk Pedagang Warteg dalam menghadapi Virus Corona (Covid-19) yang berasal dari Wuhan Cina

Sehubungan dengan telah disampaikannya oleh Gubernur DKI Jakarta DR. Anies Rasyid Baswedan tentang rilis peta sebaran corona di ibu kota, dimana wilayah Provinsi DKI Jakarta saat ini sedang berada dalam situasi tidak sepenuhnya normal dalam menghadapi virus yang berasal dari Wuhan China.

Maka dengan ini kami Komunitas Warteg Nusantara disingkat KOWANTARA menghimbau

1.  Kepada teman-teman pedagang warteg yang ada di wilayah Provinsi DKI Jakarta untuk tetap tenang dan jangan Panik dengan kewaspadaan dan kehati-hatian yang tinggi

2. Menghimbau pedagang warteg untuk tetap berdagang seperti biasanya dengan melayani konsumen atau pelanggan dengan ramah dan baik dan tetap terus menjaga kebersihan dan kesehatan di masing-masing wilayahnya.

3. Menghimbau untuk terus mengikuti perkembangan yang ada dan selalu mematuhi dan melaksanakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Peme…

Alhamdulillah di Google Maps

Mahfud MD: Indonesia Lahir dari Hasil Voting

Kamis 26 Jan 2017 16:48 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan, negara Indonesia lahir dari hasil voting atau suara terbanyak pada masa awal berdiri. "Pada awal Indonesia berdiri, Ir Soekarno dan Moh Hatta berdebat mengenai bentuk negara Indonesia," kata Mahfud MD pada kuliah tamu bertema "Etika Penyelenggara Negara Dalam Perspektif Filsafat Hukum Tata Negara" di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Kamis (26/1).

Bung Hatta menginginkan negara Indonesia berbentuk federal dengan kekuasaan terbagi-bagi, tetapi Bung Karno ingin sebuah bentuk negara kesatuan atau republik. Maka, akhirnya, dilakukan voting oleh para tokoh negara saat itu sehingga diputuskan bentuk republik dan akhirnya kedua Bapak Bangsa itu berusaha keras mewujudkan kesatuan.

Mahfud mengatakan, Indonesia sebagai negara republik berdasarkan Undang-Undang Dasar (UUD), sudah tepat. Namun, dinamika politik terus menggoyahkan kekuatan negara dan…

Soal NKRI jadi Federal, Mahfud MD: Kalau Rakyat Sepakat, Mengapa Tidak? Ini Kelemahan/Keunggulannya Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Soal NKRI jadi Federal, Mahfud MD: Kalau Rakyat Sepakat, Mengapa Tidak? Ini Kelemahan/Keunggulannya, https://kaltim.tribunnews.com/2019/05/21/soal-nkri-jadi-federal-mahfud-md-kalau-rakyat-sepakat-mengapa-tidak-ini-kelemahankeunggulan.

Selasa, 21 Mei 2019 14:24

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Soal NKRI jadi Federal, Mahfud MD: Kalau Rakyat Sepakat, Mengapa Tidak? Ini Kelemahan/Keunggulannya, https://kaltim.tribunnews.com/2019/05/21/soal-nkri-jadi-federal-mahfud-md-kalau-rakyat-sepakat-mengapa-tidak-ini-kelemahankeunggulan.
Penulis: Doan Ebenezer Pardede
Editor: Alfiah Noor Ramadhany
TRIBUNKALTIM.CO - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga pakar hukum tata negara Mahfud MD memberikan tanggapannya soal usulan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kembali ke Republik Indonesia Serikat (RIS). Menurut Mahfud MD melalui akun twitternya @mohmahfudmd, perubahan NKRI ke negara federal sebenarnya sah-sah saja. Yeng penting, kata Mahfud MD, rakyat melalui wakil-wakilnya di DPR DPD/MPR sepakat dengan hal tersebut.
Dan yang perlu diingat juga, kata Mahfud MD, semua sistem mulai dari kesatuan, federal, parlementer, presidensiil sudah dicoba negara Indonesia, dan semuanya selalu dikritik dan dimin…