Langsung ke konten utama

3 Fosil Hewan Purba Diamankan Sementara

3 Fosil Hewan Purba Diamankan Sementara
OKE ZONE Sabtu, 16 Januari 2010 - 12:06 wib

Salah satu fosil hewan purba (Foto: Ranin A/RCTI)
BLORA - Setelah ditemukan oleh Tim Vertebrata Geologi Bandung beberapa waktu lalu, kini tiga fosil purba yang telah menjalani preparasi di gudang Yayasan Mahameru diamankan ke museum untuk sementara waktu.
 
 
Tindakan ini dilakukan sambil menunggu Museum Fosil Blora yang akan dibangun. Selain itu, kondisi Museum Mahameru yang minim pengamanan untuk fosil dikhawatirkan akan merusak struktur fosil yang bernilai tinggi itu.
 
Adapun tiga fosil spesies itu adalah fosil kepala kerbau purba bubalus paleokarabau, kepala banteng, dan kura-kura air tawar purba.
 
“Pihak Museum Mahameru sangat mendukung jika nantinya Museum Fosil Blora dapat terwujud. Sehingga jaminan keamanan terhadap benda-benda purba dan cagar budaya asal Blora akan terjamin keberadaannya,” ujar Pengurus Yayasan Mahameru Blora, Gatot Pranoto. di kantornya, Blora, Jawa Tengah, Sabtu (16/1/2010).
 
Sebelum tiga fosil itu diamankan sementara, telah dilakukan preparasi di gudang Museum Mahameru, yaitu dengan menyatukan bagian-bagian yang patah dan rapuh.
 
Khusus untuk fosil kepala kerbau, setelah selesai dipreparasi, sedikitnya membutuhkan empat orang untuk membawa fosil yang ditemukan lengkap dengan tanduk tersebut. Karena selain berat, memang butuh ekstra hati-hati saat membawa fosil agar tidak rusak.
 
Namun untuk fosil kepala banteng dan kura-kura air tawar, proses preparasinya belum sempurna, karena ada bagian-bagian tertentu yang masih belum ditemukan.
 
Untuk diketahui, Museum Mahameru sendiri merupakan bangunan milik pemda yang sudah banyak menyimpan koleksi benda-benda cagar budaya asal Kabupaten Blora.
 
Di samping benda cagar budaya, museum yang bangunannya sudah rapuh tidak terpelihara dan minim pengaman ini, juga digunakan menyimpan fosil gading gajah dan kepala kerbau purba yang ditemukan pertama di Desa Medalem pada Februari 2009 lalu.
(Ranin Agung/RCTI/lsi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REJECTION OF COMMUNITY OF NUSANTARA’S WARTEG (small restaurant) TO THE NATIONAL CAPITAL WILL MOVE FROM JAKARTA

REJECTION OF COMMUNITY OF NUSANTARA’S
WARTEG (small restaurant)  TO THE NATIONAL CAPITAL WILL MOVE FROM JAKARTA In connection with President Joko Widodo's state address, Friday, August 16, 2019 at the Parliament Complex, Senayan, Jakarta with a plan to move the capital to a new place, we hereby, from the Warteg Community (Warung Tegal) Nusantara, abbreviated as KOWANTARA, express our opinions: Reject the plan to move the capital to a new place with the reason: Moving the capital requires a large budget, while the country's economic situation is not yet stable with conditions: 1. The purchasing power of Indonesian people is increasingly falling 2. Rising prices of basic commodities or groceries 3. In come small businesses are declining, especially small food stalls such as warteg (Tegal stalls) and others with the lack of buyers because the people's purchasing power is increasingly difficult 4. Difficult employment opportunities as a result of many companies closing and resulting …

The Great Mosques at Jakarta Indonesia On Google Maps (first series)

The Great Mosques at Jakarta Indonesia


The locations of major mosque points in Jakarta on google maps 1.  Al-Azhar Mosque Al-Azhar Great Mosque is a mosque located in the Al-Azhar school complex, Kebayoran Baru, South Jakarta. The mosque was inaugurated by the DKI Jakarta Regional Government as one of the 18 sites on the history of the development of the city of Jakarta.
Address : Jl. Sisingamangaraja, Selong, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110


Masjid Al Azhar

2. Istiqlal Mosque Istiqlal Mosque is the national mosque of the Republic of Indonesia which is located in the former Wilhelmina Park, in the Northeast Medan Merdeka Square which in the middle stands the National Monument, in the center of the capital Jakarta. Across the East this mosque stands the Jakarta Cathedral Church.
Address :
Jl. Taman Wijaya Kusuma, Ps. Baru, Kec. Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710

Terungkap Ternyata Burung Perkutut Sangat Dimistikkan

Perkutut Katuranggan

Saat ini yang dimaksud dengan perkutut katuranggan adalah jenis-jenis perkutut yang secara fisik berbeda dengan perkutut biasa dan juga perbedaan sifat dan saat burung tersebut berbunyi. Dipercaya bahwa perkutut katuranggan memiliki sifat-sifat gaib yang bisa membawa kebaikan untuk pemeliharanya. Namun ada juga perkutut yang memiliki sifat yang justru tidak baik untuk dipelihara. Istilah perkutut katuranggan konon berasal dari kata Katurangga yang akar katanya berasal dari bahasa Jawa dari kata KATUR (menyampaikan) dan ANGGA (badan). Jadi KATURANGGA adalah pengetahuan yang dalam mengartikan entuk bentuk badan burung perkutut. Bagi penggemar burung perkutut jaman dahulu, katuranggan sangat memegang peranan utama (selain bunyi suaranya) dalam memilih burung perkutut bakalan untuk dijadikan burung kesayangannya.
Menurut kepercayaan orang dahulu  (sejak beratus ratus tahun yang silam) terutama pada tradisi masyarakat Jawa, Perkutut Katuranggan sering disebut burung al…