Header

Kamis, 07 April 2011

3 Fosil Hewan Purba Diamankan Sementara

3 Fosil Hewan Purba Diamankan Sementara
OKE ZONE Sabtu, 16 Januari 2010 - 12:06 wib

Salah satu fosil hewan purba (Foto: Ranin A/RCTI)
BLORA - Setelah ditemukan oleh Tim Vertebrata Geologi Bandung beberapa waktu lalu, kini tiga fosil purba yang telah menjalani preparasi di gudang Yayasan Mahameru diamankan ke museum untuk sementara waktu.
 
 
Tindakan ini dilakukan sambil menunggu Museum Fosil Blora yang akan dibangun. Selain itu, kondisi Museum Mahameru yang minim pengamanan untuk fosil dikhawatirkan akan merusak struktur fosil yang bernilai tinggi itu.
 
Adapun tiga fosil spesies itu adalah fosil kepala kerbau purba bubalus paleokarabau, kepala banteng, dan kura-kura air tawar purba.
 
“Pihak Museum Mahameru sangat mendukung jika nantinya Museum Fosil Blora dapat terwujud. Sehingga jaminan keamanan terhadap benda-benda purba dan cagar budaya asal Blora akan terjamin keberadaannya,” ujar Pengurus Yayasan Mahameru Blora, Gatot Pranoto. di kantornya, Blora, Jawa Tengah, Sabtu (16/1/2010).
 
Sebelum tiga fosil itu diamankan sementara, telah dilakukan preparasi di gudang Museum Mahameru, yaitu dengan menyatukan bagian-bagian yang patah dan rapuh.
 
Khusus untuk fosil kepala kerbau, setelah selesai dipreparasi, sedikitnya membutuhkan empat orang untuk membawa fosil yang ditemukan lengkap dengan tanduk tersebut. Karena selain berat, memang butuh ekstra hati-hati saat membawa fosil agar tidak rusak.
 
Namun untuk fosil kepala banteng dan kura-kura air tawar, proses preparasinya belum sempurna, karena ada bagian-bagian tertentu yang masih belum ditemukan.
 
Untuk diketahui, Museum Mahameru sendiri merupakan bangunan milik pemda yang sudah banyak menyimpan koleksi benda-benda cagar budaya asal Kabupaten Blora.
 
Di samping benda cagar budaya, museum yang bangunannya sudah rapuh tidak terpelihara dan minim pengaman ini, juga digunakan menyimpan fosil gading gajah dan kepala kerbau purba yang ditemukan pertama di Desa Medalem pada Februari 2009 lalu.
(Ranin Agung/RCTI/lsi)

Tidak ada komentar: