Header

Minggu, 10 April 2011

Dampak Kerusakan Tsunami di Mentawai Sangat Parah

Dampak Kerusakan Tsunami di Mentawai Sangat Parah

jakarta 16:48 Mon, 1 Nov 2010


Jurnas.com | DEPUTI Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup, Arief Yuwono mengatakan pada Senin (1/11), gempa bumi berukuran 7,2 SR yang mengguncang Mentawai dan diikuti dengan tsunami menimbulkan dampak kerusakan yang sangat parah.


“Kerusakan Mentawai parah sekali karena ini dampaknya selain 413 orang meninggal dunia, 163 orang hilang, 270 orang luka berat, 142 orang luka ringan, lalu 12.579 orang mengungsi,” ujar Arief saat jumpa pers di Jakarta, Senin (1/11).


Ia menambahkan, kerusakan pemukiman dan bentang alam akibat terkena tsunami antara lain di daerah Sipora Selatan, Pagai Selatan, dan Pagai Utara. “Namun, dari terjangan tsunami yang ada relative tidak terjadi pencemaran lingkungan,” ujarnya.


Saat ini, kegiatan tanggap darurat bencana yang dilakukan adalah mengevakuasi korban tsunami dari lokasi bencana, mendistribusikan bantuan ke lokasi bencana, dan mendirikan posko di Padang dan Sikakap. Namun, masalah yang dihadapi adalah lokasi kejadian yang terpencar dan terpencil, cuaca ekstrem, sarana transportasi, dan akses komunikasi dan informasi yang terputus.


Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 7,2 SR mengguncang barat daya Pulau Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada Senin (25/10) pukul 21.42 WIB, di kedalaman 10 km.


Dari gempa bumi yang terjadi di dasar laut tersebut, telah memicu gelombang di tsunami yang menghantam Kecamatan Sipora Selatan, Pagai Selatan, dan Pagai Utara.

Penulis: Titiek

Tidak ada komentar: