Header

Kamis, 07 April 2011

Ditemukan danau purba Borobudur

Ditemukan danau purba Borobudur
MUNGKID - Keberadaan danau purba di sekitar Candi Borobudur saat ini sedang diteliti. Dari penelitian yang dilakukan sejak 1995, ditemukan fakta yang dapat mengungkap adanya danau purba yang terbentang 4 kilometer ke arah utara-selatan atau 3,5 kilometer ke arah timur dari Candi Borobudur.
Ahli geologi dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta, Ir Helmy Murwanto Msi mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan penelitian untuk mengungkapnya.

"Penelitian ini kemungkinan baru berakhir enam bulan ke depan," kata Helmy Murwanto yang ditemui Wawasan di kediamannya di Muntilan, Minggu ( 6/5).

Penelitian tersebut menurutnya, untuk mendapatkan bukti keberadaan danau purba yang pernah ada di sekitar Candi Borobudur. Selain itu kajian ilmiah tersebut dilakukan untuk mengkaji penyebab terjadinya perubahan lingkungan danau yang menjadi dataran Borobudur.

"Danau purba Borobudur tersebut paling utara berada di Desa Donorojo, Kalinegoro Kecamatan Mertoyudan. Sedangkan ujung selatannya, membentang hingga Perbukitan Menoreh," ujarnya.

Bentangan danau purba Borobudur yang telah mengering dan menjadi daratan di sisi timur, diperkirakan sampai di Jembatan Klangon di perbatasan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Kulon Progo (DIY). Sementara di sisi barat hingga Desa Samberan dan Ringinanom yang masuk di wilayah Kecamatan Tempuran.

Pengeboran Helmy menjelaskan, penelitian yang dilakukan Tim Geologi UPN Yogyakarta ini dengan jalan melakukan pengeboran tanah di sekitar Desa Argogondo, Desa Wanurejo, Sungai Progo yang ada Belakang Kantor DPU Kabupaten Magelang Sungai Progo dan di Desa Bojong, lokasi pertemuan arus sungai Elo dan Progo.

Pengeboran
tersebut dilakukan hingga kedalaman 10 meter.Dari hasil penelitian yang dilakukan di tiga sungai tersebut, ditemukan sejumlah kesimpulan yang mengarah pernah terjadi adanya danau dengan ditemukannya sedimen batu lempung hitam yang mengandung serbuk sari (pollen) dari tanaman rawa, fosil, serta gas rawa. "Selain itu, adanya rembesan air asin dari rekahan batu yang masih bisa dilihat di Desa Candirejo, Desa Soropadan, dan Desa Tuk Songo, Kecamatan Borobudur ini juga merupakan bukti ilmiah bahwa di dekat Candi Borobudur pernah ada sebuah danau atau rawa,"jelasnya.

Ia menambahkan, di samping itu, sejumlah nama desa di Kecamatan Borobudur diyakini juga ada hubungannya dengan danau purba itu. Nama-nama desa itu, Sabrang Rowo, Tanjung, dan Bumi Segoro.
Helmy menambahkan, keberadaan danau purba Borobudur itu yang dipastikan sudah ada sejak 22.000 tahun silam dan berakhir pada akhir abad ke-13. Faktor penyebabnya, aktivitas gunung yang ada di sekitar danau tersebut yang menyemburkan material letusan.

"Letusan material gunung-gunung di sekitar danau purba itu secara langsung maupun tidak langsung berangsur-angsur mengendap di dasar danau dan danau purba itu menjadi kering pada akhir abad ke-13," paparnya.  Ias/skh

 






© 2010 WawasanDigital
IT Koran Sore Wawasan

Tidak ada komentar: