Header

Minggu, 10 April 2011

Ternyata Hutan Mangrove Indonesiat Terluas di Dunia

Hutan Mangrove Indonesia terluas di dunia

Surat Saba (34 : 16)
Tentang Mangrove 

فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ


Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. (Saba : 16)

TAHUKAH ANDA? Indonesia adalah merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.508 pulau dan 81.000 Km garis pantai, merupakan terpanjang kedua di dunia setelah Canada. Luas seluruh wilayah Indonesia dengan jalur laut 12 mil adalah 5 juta Km2 (berdasarkan konvensi PBB tahun 1982), terdiri dari daratan seluas 1,9 juta km2 dan laut teritorial seluas 0,3 juta km2 dan perairan pedalaman atau  kepulauan seluas 2,8 juta km2.

Dengan wilayah laut yang luas itu Indonesia menyimpan potensi sumberdaya hayati dan non hayati yang melimpah (Simanungkalit dalam Resosudarmo, dkk., 2002).

Salah satu potensi yang ada yaitu hutan mangrove, di mana hutan mangrove  Indonesia merupakan hutan mangrove terluas di dunia, yaitu 4,3 juta hektar dari total 18 juta hektar mangrove di seluruh dunia (data tahun 1999), namun sayangnya pada tahun 2009 luasan tersebut tinggal tersisa 3,2 juta hektar saja. (Bach)

Api-api (Avicennia)

penghormatan dunia kepada ilmuwan muslim Ibnu Sina

Salah satu jenis mangrove yang banyak dijumpai di wilayah Mengare adalah jenis api-api, yang dalam bahasa latin disebut Avicennia. Dari 8 jenis spesies api-api yang ada di dunia,  Mengare memiliki 3 jenis di antaranya, yaitu Avicennia alba atau api-api hitam, Avicennia marina atau api-api putih atau api-api jambu, dan Avicennia officinalis atau api-api daun lebar atau api-api ludat.


Ibnu Sina

Api-api adalah nama sekelompok tumbuhan dari marga Avicennia, Suku Avicenniaceae. Api-api biasa tumbuh di tepi laut atau di dekat laut sebagai bagian dari komunitas hutan mangrove.

Nama Avicennia dilekatkan pada genus ini sebagai penghormatan pada Ibnu Sina, yang di dunia barat disebut dengan Avicennia. Ibnu Sina adalah seorang ilmuwan muslim yang berasal dari Persia, dan merupakan salah satu pakar dan perintis kedokteran modern.

Sebagai warga komunitas mangrove, api-api memiliki beberapa ciri-ciri yang merupakan bagian dari adaptasi mereka terhadap lingkungan berlumpur dan bergaram. Di antaranya adalah:



Api-api, Avicennia

Yang pertama, akar nafas (pneumatophores) serupa paku yang panjang dan rapat, muncul ke atas lumpur sekitar 10-30 cm, di sekeliling pangkal batangnya

Yang kedua, daun-daun dengan kelenjar garam di permukaan bawahnya. Daun api-api berwarna putih di sisi bawahnya, dilapisi kristal garam. Ini adalah kelebihan garam yang dibuang oleh tumbuhan tersebut.

Di beberapa daerah di Indonesia api-api memiliki nama daerah antara lain: mangi-mangi, sia-sia, boak, koak, marahu, pejapi, papi, nyapi.

Pohon api-api bisa tumbuh sampai setinggi 30 meter dengan diameter batang bisa mencapai 40 cm lebih. Api-api menyukai rawa-rawa mangrove, tepi pantai yang berlumpur, atau di sepanjang tepian sungai pasang surut. Beberapa jenisnya seperti Avicennia marina memperlihatkan toleransi yang sangat tinggi terhadap kisaran salinitas (kadar garam), Sehingga mampu tumbuh di rawa air tawar sampai pada daerah-daerah yang berkadar garam sangat tinggi



Api-api (avicennia)

Pohon api-api yang tumbang atau rusak dapat segera trubus (bersemi kembali) sehingga mempercepat pemulihan tegakan yang rusak. Akar nafas api-api yang padat, rapat, dan banyak sangat efektif untuk menangkap dan menahan lumpur serta berbagai sampah yang hanyut di perairan. Jalinan perakaran ini juga menjadi tempat mencari makan bagi aneka jenis kepiting bakau, siput dan teritip.. (Bach)

Kuntul Besar (Egretta alba)

Salah satu jenis burung indah yang banyak hidup di Mengare adalah burung KUNTUL BESAR  (Egretta alba).



kuntul besar (Egretta alba)

Kuntul besar termasuk dalam kategori burung cangak-  Suku Adeidae. Suku Adeidae adalah suku besar, tersebar luas di dunia, terdiri dari burung berkaki panjang. Leher panjang, paruh panjang-lurus yang digunakan untuk mencotok ikan, vertebrata kecil, atau invertebrata. Pada masa berbiak, beberapa jenis memamerkan bulu-bulu halus panjang yang bisa ditegakkan. Sarang biasanya terbuat dari tumpukan ranting di atas pohon.

Burung kuntul besar memang berukuran besar (95 cm), berbulu putih. Jauh lebih besar daripada kuntul putih lain, dengan paruh lebih berat dan leher bersimpul khas. Pada masa tidak berbiak: kulit muka biru-hijau tidak  berbulu, paruh hitam, bagian paha merah tidak  berbulu, dan kaki hitam. Pada masa tidak berbiak: kulit muka kekuningan, paruh kuning dan biasanya berujung hitam, kaki dan tungkai hitam. Iris kuning. Suaranya berbunyi “Kraa-a” rendah pada situasi bahaya.

Penyebaran global burung kuntul besar hampir di seluruh dunia. Untuk penyebaran lokal terdapat di seluruh Sunda Besar. Mungkin pengunjung yang tidak berbiak di Sumatera dan Kalimantan, tetapi mungkin juga menetap. Berbiak di Pulau Jawa. Umum dijumpai di rawa-rawa pesisir, hutan mangrove, dan gosong lumpur.



kuntul besar (Egretta alba)

Kebiasaannya adalah hidup sendirian atau dalam kelompok kecil, di hutan mangrove, sepanjang gosong lumpur dan pasir, atau di sawah dan laguna.  Berdiri agak tegak, mematuk mangsa dari atas. Pada waktu bercumbu, kedua pasangan menari dan saling mengejar dengan gaya yang anggun. Terbang dengan kepakan pelan yang anggun, tetapi penuh tenaga.  (Bach)

=====================================

Info Mangrove Mengare merupakan selebaran informasi  lingkungan hidup yang diterbitkan

oleh Volunteer Alam Lestari bekerjasama dengan Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Jawa Kementerian Lingkungan Hidup RI, sebagai media informasi dan komunikasi bagi masyarakat Mengrove

dalam program Mangrove Mengare Management

Tidak ada komentar: