Langsung ke konten utama

Kerusakan Lingkungan Aceh Akibat Tsunami US$ 127,5-476 Juta

Kamis, 03/02/2005 17:13 WIB

Kerusakan Lingkungan Aceh Akibat Tsunami US$ 127,5-476 Juta

M. Budi Santosa - detikFinance

Jakarta - Perkiraan awal nilai kerusakan awal dan pencemaran lingkungan akibat gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Sumut mencapai US$ 127,5-476,22 juta. Demikian disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar usai rakor tentang penanggulangan dan pembangunan kembali Aceh dan Sumut pasca bencana di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (3/2/2005). Adapun perkiraan kerusakan dan pencemaran lingkungan tersebut diantaranya meliputi pencemaran air dengan perkiraan kerusakan dan pencemaran sebesar US$ 2,5-4 juta, perbaikan sungai US$ 1,5-3 juta, pencemaran air tanah sekitar US$ 1 juta, pencemaran dan kerusakan terumbu karang dan mangrove US$ 9,4-245 juta per tahun, kerusakan pertanian, hutan dan ekosistem darat lainnya US$ 86,24-172,68 juta per tahun, kehilangan potensi dan kegunaan lahan US$ 23,5-47,1 juta. Sedangkan untuk pencemaran udara dan potensi kontaminasi industri sejauh ini belum diketahui. Rachmat menyebutkan, berdasarkan tingkat kerusakan yang ada, kerusakan dibagi dalam tiga zona yakni zona merah (0-2 km dari pantai) yang rusak total, zona kuning (2-3 km dari pantai) mengalami kerusakan sedang sampai berat dan zona hijau (lebih dari 3 km dari garis pantai) dengan kerusakan ringan. Disebutkan pula kerusakan lingkungan berat pada umumnya terjadi di zona merah. Sedangkan pencemaran lingkungan berat terjadi pada zona kuning. Libatkan Masyarakat Sementara Meneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati ditempat yang sama menambahkan, dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh, Sumut pasca bencana akan tetap melibatkan masyrakat Aceh secara luas. Program yang disusun pemerintah saat ini juga telah melibatkan unsur-unsur masyrakat Aceh seperti tokoh adat dan juga ulama. "Namun untuk bisa melakukan konsultasi kepada masyarakat luas melalui forum yang lebih besar, baru akan bisa dilakukan jika gambaran yang dibuat oleh pokja telah lebih konkrit," katanya. Ia juga menyebutkan, nantinya berdasarkan tata ruang Banda Aceh, maka kota itu akan tetap dipertahankan keberadaannya walaupun akan ada zona untuk pengamanan. (qom/)

http://www.detikfinance.com/read/2005/02/03/171303/284695/4/kerusakan-lingkungan-aceh-akibat-tsunami-us--1275-476-juta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REJECTION OF COMMUNITY OF NUSANTARA’S WARTEG (small restaurant) TO THE NATIONAL CAPITAL WILL MOVE FROM JAKARTA

REJECTION OF COMMUNITY OF NUSANTARA’S
WARTEG (small restaurant)  TO THE NATIONAL CAPITAL WILL MOVE FROM JAKARTA In connection with President Joko Widodo's state address, Friday, August 16, 2019 at the Parliament Complex, Senayan, Jakarta with a plan to move the capital to a new place, we hereby, from the Warteg Community (Warung Tegal) Nusantara, abbreviated as KOWANTARA, express our opinions: Reject the plan to move the capital to a new place with the reason: Moving the capital requires a large budget, while the country's economic situation is not yet stable with conditions: 1. The purchasing power of Indonesian people is increasingly falling 2. Rising prices of basic commodities or groceries 3. In come small businesses are declining, especially small food stalls such as warteg (Tegal stalls) and others with the lack of buyers because the people's purchasing power is increasingly difficult 4. Difficult employment opportunities as a result of many companies closing and resulting …

The Great Mosques at Jakarta Indonesia On Google Maps (first series)

The Great Mosques at Jakarta Indonesia


The locations of major mosque points in Jakarta on google maps 1.  Al-Azhar Mosque Al-Azhar Great Mosque is a mosque located in the Al-Azhar school complex, Kebayoran Baru, South Jakarta. The mosque was inaugurated by the DKI Jakarta Regional Government as one of the 18 sites on the history of the development of the city of Jakarta.
Address : Jl. Sisingamangaraja, Selong, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110


Masjid Al Azhar

2. Istiqlal Mosque Istiqlal Mosque is the national mosque of the Republic of Indonesia which is located in the former Wilhelmina Park, in the Northeast Medan Merdeka Square which in the middle stands the National Monument, in the center of the capital Jakarta. Across the East this mosque stands the Jakarta Cathedral Church.
Address :
Jl. Taman Wijaya Kusuma, Ps. Baru, Kec. Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710

Terungkap Ternyata Burung Perkutut Sangat Dimistikkan

Perkutut Katuranggan

Saat ini yang dimaksud dengan perkutut katuranggan adalah jenis-jenis perkutut yang secara fisik berbeda dengan perkutut biasa dan juga perbedaan sifat dan saat burung tersebut berbunyi. Dipercaya bahwa perkutut katuranggan memiliki sifat-sifat gaib yang bisa membawa kebaikan untuk pemeliharanya. Namun ada juga perkutut yang memiliki sifat yang justru tidak baik untuk dipelihara. Istilah perkutut katuranggan konon berasal dari kata Katurangga yang akar katanya berasal dari bahasa Jawa dari kata KATUR (menyampaikan) dan ANGGA (badan). Jadi KATURANGGA adalah pengetahuan yang dalam mengartikan entuk bentuk badan burung perkutut. Bagi penggemar burung perkutut jaman dahulu, katuranggan sangat memegang peranan utama (selain bunyi suaranya) dalam memilih burung perkutut bakalan untuk dijadikan burung kesayangannya.
Menurut kepercayaan orang dahulu  (sejak beratus ratus tahun yang silam) terutama pada tradisi masyarakat Jawa, Perkutut Katuranggan sering disebut burung al…