Header

Senin, 11 April 2011

PIRAMIDA di INDONESIA ?

Turangga Seta Menggali 'Gunung Piramida'

» Gunung Lalakon Soreang Bandung

Indra Darmawan | Kamis, 17 Maret 2011, 15:57 WIB
VIVAnews - Komunitas pecinta sejarah nusantara Turangga Seta melakukan penggalian di Gunung Lalakon, yang terletak di Soreang Bandung. 

Penggalian ini merupakan salah satu upaya untuk menindaklanjuti hasil temuan uji geolistrik yang telah mereka lakukan sebelumnya, bersama tim peneliti.

"Kami telah melakukan penggalian sejak Senin pagi," ujar Ayu Reditya Dewi, Anggota Tim Turangga Seta Jakarta kepada VIVAnews, di Gunung Lalakon Bandung Jawa Barat, Rabu petang 16 Maret 2011.

Belasan anggota tim Turangga Seta dibantu oleh belasan warga sekitar, melakukan penggalian di titik koordinat 6° 57,5' Lintang Selatan, 107° 31,239' Bujur Timur, dan ketinggian 986 meter di atas permukaan laut.

Penggalian yang dilakukan di Puncak Gunung Lalakon itu dilakukan sekitar 7 meter dari lokasi menara antena Base Transceiver Station yang berada di tanah milik PT Saguling. 

"Kami sudah memperkirakan agar penggalian yang kami lakukan tak mempengaruhi struktur menara sehingga tidak mengganggu operasi dari antena tersebut," ujar Dani Subrata, Kepala Tim Penggalian Turangga Seta, kepada VIVAnews.

Upaya penggalian dilakukan oleh tim Turangga Seta sebagai bentuk kepedulian mereka karena pemerintah dirasa kurang responsif. Padahal sebelumnya, tim Turangga Seta pernah melaporkan kecurigaan mereka kepada pemerintah, dalam hal ini Pusat Penelitian Arkeologi Nasional yang berada dibawa Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata. 


"Sebenarnya penggalian ini bukan tugas kami. Tapi kami ingin membuktikan bahwa sejak dulu sebenarnya leluhur kita telah memiliki kebudayaan yang sudah demikian tinggi," ujar Agung Bimo Sutedjo, pendiri kelompok Turangga Seta.

Penggalian ini sendiri, menurut Dani, sudah sesuai dengan peraturan yang ada, yakni Undang-Undang No 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya, Pasal 26. "Setiap orang berhak melakukan pencarian cagar budaya atau yang diduga cagar budaya dengan melakukan penggalian atau pengangkatan di darat," ujar Dani mengutip ayat 2 pasal itu.

Sementara persyaratan yang diatur pada ayat 4 undang-undang itu, yakni harus meminta izin pemerintah atau pemerintah daerah, sudah dilakukan dengan meminta izin kepada Lurah, RW dan RT setempat.

http://us.wap.vivanews.com/news/read/210039-turangga-seta-menggali--gunung-piramida-
 
Dirjen Purbakala: Bukit Piramid Amat Menarik

 » Gunung Sadahurip Garut (Credit: Turangga Seta)

Indra Darmawan, Dedy Priatmojo | Selasa, 1 Maret 2011, 15:41 WIB

VIVAnews - Para peneliti di Pusat Penelitian Arkeologi Nasional akan membahas penemuan beberapa bukit yang memiliki bentuk mirip dengan piramid di beberapa daerah di Indonesia.

Hal itu dikemukakan oleh Direktur Jendral Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Aurora Tambunan kepada VIVAnews, Selasa 1 Maret 2011.

"Bukit itu adalah temuan geologi dengan bentuk yang sangat menarik. Tindak lanjut penelitian akan dirapatkan oleh Puslit Arkenas," ujar Aurora Tambunan, melalui pesan pendeknya kepada VIVAnews.

Namun, demikian, menurut Aurora yang lebih akrab dipanggil Lola, hingga kini belum ada bukti tinggalan arkeologi di tempat itu. "Maka saya tidak dapat menyebutnya sebagai cagar budaya," Lola menjelaskan.

Temuan bukit yang mirip bentuk piramida hingga kini masih mengundang kontroversi di kalangan para peneliti. Pada Kamis pekan lalu, saat para peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional melakukan pertemuan dengan Yayasan Turangga Seta, para arkeolog terkesan masih menunggu hasil penelitian resmi terlebih dahulu.

Sebab, saat itu kelompok Turangga Seta belum bisa mempublikasikan hasil uji geolistrik yang sempat mereka lakukan. Namun, VIVAnews sempat diperlihatkan hasil uji geolistrik yang dilakukan Turangga Seta bersama seorang pakar geologi ternama.

Hasil uji geolistrik itu menangkap keberadaan sebuah struktur batuan yang tak biasa yang mirip dengan bangunan piramid, di bawah permukaan bukit di Gunung Lalakon, Desa Jelegong, Kecamatan Kotawaringin, Kabupaten Bandung.

Di atas struktur bangunan mirip piramid itu, terdapat pola lapisan batuan tufa dan breksi yang berselang seling, dengan posisi melintang.


"Selama ini saya tidak pernah menemukan struktur subsurface seperti ini. Ini tidak alamiah,” kata seorang pakar geologi terkenal yang turut dalam penelitian bersama tim Turangga Seta, pada sebuah rekaman video yang diabadikan. 

Lebih lanjut, pakar geologi itu menunjuk sebuah bentukan di dalam strutur bangunan itu, yang mirip dengan lorong atau pintu. Ia memperkirakan struktur seperti itu kemungkinan besar adalah struktur buatan manusia.

Selain uji geolistrik di Gunung Lalakon itu, Pendiri Yayasan Turangga Seta, Agung Bimo Sutedjo, mengatakan bahwa mereka telah melakukan uji seismik di 18 titik. 

Anggota Turangga Seta, Hery Trikoyo mengatakan bahwa hasil uji geolistrik di Gunung Sadahurip yang terletak di Desa Sukahurip Pengatikan Kabupaten Garut Jawa Barat, juga menunjukkan hasil yang sama.

Namun pada bukit itu tidak dijumpai adanya rongga seperti pintu, seperti halnya bukit di Bandung. “Mungkin karena kami hanya mengujinya di salah satu bagian lereng bukit saja,” katanya.

http://us.wap.vivanews.com/news/read/207133-dirjen-purbakala-bukit-piramid-sangat-menarik

"Belum Ada Bangunan Bentuk Piramid di Jabar"

 » Gunung Lalakon Bandung (Yayasan Turangga Seta)

Bayu Galih | Selasa, 1 Maret 2011, 06:29 WIB

VIVAnews - Sekelompok orang yang tergabung dalam Yayasan Turangga Seta mengklaim telah menemukan piramida besar yang tersembunyi di beberapa bukit di berbagai tempat di Indonesia. Salah satunya dianggap ada di Gunung Lalakon, desa Jelegong, kecamatan Kotawaringin, kabupaten Bandung, Jawa Barat dan Gunung Sadahurip, Garut, Jawa Barat

Namun, Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia mengaku belum mengetahui kepastian temuan cagar budaya tersebut.

Kepala Departemen Arkeologi FIB UI DR Irmawati Marwoto mengatakan belum ada penelitian terhadap bukit piramida tersebut, karena belum ditemukan bukti sejarah atau arkeologi yang mendukung kebenaran temuan tersebut.

"Kami belum tahu ya. Karena yang kami tahu, temuan di sekitar situ itu lebih banyak ditemukan peninggalan dari masa prasejarah. Jadi belum tahu tentang keberadaan adanya bangunan, apalagi berbentuk piramid," kata Irmawati saat dihubungi VIVAnews.

Irma kemudian menjelaskan, bangunan berbentuk menyerupai Piramid di Indonesia baru ditemui dari bangunan candi Sukuh, Jawa Tengah. "Setahu saya memang belum ada bangunan berbentuk piramid lain yang ditemukan," jelasnya.

Selain itu, selama ini temuan berupa bangunan di sekitar Jawa Barat baru sedikit yang dapat diidentifikasi. "Di sekitar Jawa Barat itu ada Candi Batujaya di Karawang," jelas Irmawati.

Candi Batujaya merupakan candi yang terbuat dari batu bata, dan diduga merupakan peninggalan masa Hindu-Buddha pada abad ke-4 atau ke-5. (sj)

http://us.wap.vivanews.com/news/read/206978--belum-ada-bangunan-bentuk-piramid-di-jabar-

Menjelajah Jejak Piramida Raksasa


» Gunung Sadahurip Garut


Nezar Patria | Senin, 28 Februari 2011, 12:40 WIB

VIVAnews--Sekelompok orang peminat arkeologi dan sejarah memburu peradaban masa silam di nusantara. Turangga Seta, demikian nama kelompok itu, menyatakan ada ratusan gunung piramida di Indonesia.  

"Tingginya tak kalah dari piramida Giza di Mesir yang cuma 140-an meter,” kata Agung Bimo Suredjo, salah seorang pegiat Turangga Seta. Mereka melakukan penjelajahan ke sejumlah bukit dan gunung, termasuk Gunung Lalakon di Kotawaringin, Bandung.

Pernyataan mereka ini mengernyitkan dahi banyak kalangan. Tapi, Turangga Seta tak mau asal bicara. Mereka bahkan mengajak sejumlah geolog ternama untuk menguak secara ilmiah isi bukit yang mirip piramida itu.

Lalu, benarkah gunung dan bukit kita menyimpan piramida yang mirip dengan temuan di Mesir dan suku Maya?


http://us.wap.vivanews.com/news/read/206874-infografik--ada-piramida-di-nusantara-

Tidak ada komentar: