Header

Senin, 11 April 2011

Situs Candi Boqo 2

Situs Candi Boko

Reruntuhan batu tampak masih berserakan, bentuknya tidak
rapi dan sedikit terkesan angker. Siang itu ketika kami berkeliling di Situs
Boko matahari tepat sedang berada diatas kepala. Terik matahari tidak mencegah
kami untuk berkeliling, justru hal ini yang membuat nuansa situs ini menjadi
berbeda, sepertinya kita diajak berjalan di masa lampau.  

Sumber prasasti yang dikeluarkan oleh Rakai Panangkaran
tahun 746-784 M, kawasan Situs Ratu Boko disebut Abhayagiri Wihara. Abhaya
berarti tidak ada bahaya, giri berarti bukit / gunung, Wihara berarti asrama /
tempat. Dengan demikian Abhayagiri Wihara berarti asrama / tempat para Bhiksu
agama Budha yang terletak diatas bukit yang penuh dengan kedamaian. Pada masa
berikutnya Abhayagiri Wihara berganti nama menjadi Kraton Walaing yang
diproklamirkan oleh Raja Vasal bernama Rakai Walaing Pu Kumbayoni. Nama Keraton
Ratu Boko berasal dari Keraton dan Ratu Boko. Keraton berasal dari kata
Ka-da-tu-an yang artinya tempat Istana Raja, Ratu Boko berasal dari Ratu yang
berarti Raja dan Boko berarti Bangau.  

Megahnya Gapura Candi Ratu Boko

Pengertian ini kemudian menimbulkan pertanyaan, siapa
yang disebut Raja Bangau itu, apakah nama seorang penguasa atau nama burung
bangau sungguhan yang sering hinggap dikawasan perbukitan Ratu Boko. Seperti
diketahui kalau pada bagian utara, barat dan selatan dari perbukitan Candi Ratu
Boko merupakan tanah ngarai yang amat luas dan subur untuk daerah pertanian,
sedangkan di bukit Ratu Boko sendiri terdapat kolam-kolam sebagai tandon air
dari yang berukuran besar sampai kecil.

Pemandangan Boko dari sisi timur

Letaknya juga tidak terlalu jauh dari kota Jogja, Situs Boko ini terletak +/- 2
km arah selatan Candi Prambanan, +/- 18 km arah timur kota Yogyakarta, +/- 50
km dari arah barat kota solo, terletak diatas bukit yang merupakan bagian dari
Pegunungan Seribu. Situs Boko merupakan sebuah situs yang dilengkapi dengan
situs kepurbakalaan, memiliki fasilitas Andrawina Kafe & Karaoke, fasilitas
panggung terbuka ( open stage ) yang terletak dilereng bukit sehingga tercipta
nuansa alami dengan panorama alam nan indah mempesona.  

Dari pelataran panggung terbuka dapat terlihat dengan
jelas keelokan Candi Prambanan dan candi sewu dilatar belakangi Gunung Merapi
yang selalu mengepulkan asapnya, keindahan dan keramaian kota Prambanan yang
dibelah Sungai Opak serta kepadatan arus lalu lintas Jogja-Solo dapat kita
nikmati juga sambil minum soft drink di Andrawina Cafe.

Situs Ratu Boko adalah satu-satunya situs pemukiman masa
klasik terbesar yang ditemukan di Jawa, khususnya Jawa bagian tengah.
Keistimewaan ini menjadikan Ratu Boko sebagai situs yang spesifik, masih banyak
menyimpan misteri serta berbagai fenomena menarik untuk ditelusuri dan
diungkap. Bermacam bentuk peninggalan purbakala terdapat di Situs Boko, dan
banyak diantaranya memiliki bentuk berbeda dari yang terdapat di situs lain. Wisatawan
yang berkunjung dengan demikian akan mengetahui bahwa peninggalan dari periode
klasik di Indonesia tidak hanya berbentuk candi saja.

Situs Ratu Boko sendiri bisa ditempuh dari arah Yogya-Solo, dimana ketika kita sampai
di kawasan Candi Prambanan ada papan petunjuk yang menunujukkan ke arah lokasi
Candi Boko. Setelah mengikuti petunjuk arah ke Candi Ratu Boko kita melewati
aspal hotmix yang mulus dengan jalan yang berbelok-belok. 200 meter menjelang
Candi Ratu Boko kita akan melewati tanjakan-tanjakan tajam.

Ada dua tempat parkir di pelataran Candi Boko ini, yaitu
dibawah dan diatas. Kalau dibawah berarti kita harus naik dulu beberapa puluh
tangga baru kemudian sampai di Andrawina Cafe baru berkeliling ke Situs. Atau
bisa juga langsung ke atas dengan mobil namun akan kita temui tanjakan yang
cukup tajam. Sampai di lokasi masing-masing orang akan dikenakan charge untuk
tiket masuk sebesar Rp 7,000, parkir mobil Rp 5,000 dan parkir motor Rp 2,000.
Tapi untuk turis asing charge yang dikenakan sebesar USD 10.00 / orang. Situs
yang terletak di Desa Dawung Kelurahan Bokoharjo, Kecamatan Prambanan,
Kabupaten Sleman ini luasnya sekitar 80 hektare. Selain dilengkapi dengan kafe
dan karaoke juga tersedia camping ground yang sudah dipetak-petak dengan alas
batako, serta fasilitas MCK yang cukup memadai.

Bekas Kolam Keputren

Setelah kita memasuki gapura pertama kurang lebih 15
meter setelah itu akan melihat candi pembakaran yang terbuat dari batu putih
yang berfungsi sebagai pembakaran mayat, dan Candi ini menghadap ke barat. Di
sudut tenggara Candi Pembakaran terdapat salah satu sumur tua yang airnya
mengandung misteri. Konon sumur ini bernama Amerta Mantana yang berarti Amerta
(air ) Mantana ( mantra ) yang mengandung arti air suci yang sudah diberikan
mantra, mitos air ini dapat berguna sesuai apa yang diinginkan dan sering
dimanfaatkan untuk acara prosesi ritual antara lain pengambilan air suci untuk
prosesi Tawur Agung Umat Hindu.  

Ditengah-tengah terdapat batur pendopo berdenah segi
empat berukuran 20 x 21 m dan tingginya 1,46 m tersusun dari baru andesit pada
sisi utara timur dan barat, terdapat tangga naik yang tersusun dari batu
andesit juga. Di atas permukaan Batur Pendopo terdapat sejumlah umpak yang
berjumlah 24 buah sedangkan permukaan Batur Pringgitan terdapat umpak 12 buah.

Selain misteri yang tersimpan dari situs tersebut, daya
tarik paling menakjubkan adalah nuansa sunset dan sunrise yang sangat amat
mempesona. Menurut Pak Sigit salah satu guide tempat tersebutadalah ,
"salah satu pesona yang tak tertandingi dari Candi Boko adalah view sunset
dan sunrise, dan paket view nya sering di jual ke para Wisman ( Wisatawan
Mancanegara ). Mudah-mudahan situs ini tetap terjaga, bahkan terus dibangun
agar peninggalan bersejarah ini selalu dikenang oleh para generasi muda

By : AMGDYM : amgd_dr@yahoo.comFB : akhmadmasun09@gmail.comFoto2 lain bisa diupload di www.mlancong.com

Tidak ada komentar: