Header

Senin, 11 April 2011

TSUNAMI : Hitam air dan mengandung belerang

Tsunami Aceh 2004, Hitam dan Mengandung Belerang

Nurvita Indarini : detikNews

detikcom - Jakarta, Tsunami yang menerjang Prefektur Miyagi, Jepang, pada 11 Maret lalu berwarna hitam pekat. Hampir 7 tahun lalu, Aceh juga digulung tsunami yang hitam kelam dan lebih berbahaya lagi, airnya mengandung belerang.

"Yang di Banda Aceh juga hitam (air tsunaminya). Beberapa tempat lepas pantai Sendai (Jepang) juga hitam," kata ahli gempa dari ITB, Dr Hamzah Latif, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (14/3/2011). Sendai adalah salah satu kota di Miyagi yang paling dekat dengan pusat gempa.

Hamzah menduga air tsunami di Sendai berwarna hitam lantaran di masa lalu juga ada pencemaran di sekitar pantai yang kemudian mengendap di dasar laut. Endapan itu berwarna hitam, sehingga ketika tsunami terjadi dan mengaduk dasar laut, endapan itu pun naik ke permukaan.

Hal ini berbeda dengan di Banda Aceh saat dilanda tsunami pada 26 Desember 2004. Menurut Hamzah, air tsunami yang berwarna hitam lantaran adanya lumpur vulkanik. Lumpur vulkanik ini seperti yang ada di Sidoarjo, Jawa Timur. Ketika gempa terjadi, terbentuk rekahan, sehingga bila ada lumpur vulkanik di bawah tanah maka akan keluar ke permukaan. Setelah keluar dari rekahan, lumpur tersebut kemudian bercampur dengan air.

"Kalau asalnya dari lumpur vulkanik maka biasanya tercium bau belerang. Karena itu akan melepuh jika terkena kulit. Di Banda Aceh juga ada vulcanic mud, sehingga saat tsunami waktu itu ada badan mayat yang melepuh, bengkak, hitam," jelas Hamzah.

Lumpur vulkanik biasanya merupakan semburan lumpur atau tanah liat yang bercampur air, diikuti gas metan. Lumpur ini kerap kali dikaitkan dengan zona gempa bumi. Lumpur semacam ini biasanya terdapat di daerah yang kaya hidrokarbon. 

"Tidak semuanya airnya hitam. Seperti di Jepang itu kalau kita lihat di televisi ada yang airnya hitam dan ada yang agak terang (agak bening)," imbuh Hamzah.

Dia menambahkan, saat terjadi gempa muncul rekahan di tanah. Dari rekahan itu keluarlah sedimen. "Sendai itu dataran rendah, seperti rawa yang material pendukungnya pasir. Kalau digoyang warnanya hitam. Kalau volkano bawah laut, itu seperti lumpur Sidoarjo, saat gempa ada retakan lalu keluar lumpur dari rekahan tanah. Lumpur volkano seperti di Banda Aceh," tuturnya.

Tsunami Aceh terjadi setelah sebelumnya  gempa berkekuatan 9,3 SR menghentak. Dalam peristiwa itu, lebih dari 120.000 orang tewas dan lebih dari 90.000 orang hilang.

Pada 11 Maret lalu, Jepang diguncang gempa berkekuatan 9. Gempa tersebut memicu tsunami yang menghantam Sendai dan sekitarnya. Lebih dari 1.600 orang tewas dan ribuan orang hilang.


http://m.detik.com/read/2011/03/14/145238/1591184/10/tsunami-aceh-2004-hitam-dan-mengandung-belerang


Mengapa Tsunami di Jepang Berwarna Hitam Pekat?

Nurvita Indarini : detikNews

detikcom - Jakarta, Televisi tak henti-hentinya menayangkan terjangan tsunami yang menggulung Sendai di Prefektur Miyagi, Jepang. Dalam tayangan itu, tampak air tsunami yang menggelegak dahsyat berwarna hitam pekat. Bagaimana itu terjadi?

"Di beberapa tempat lepas pantai Sendai, ada yang airnya hitam. Kalau di dekatnya ada muara sungai, maka airnya hitam. Warna hitam itu merupakan endapan aluvial atau sedimen bawaan dari sungai yang kemudian masuk ke laut," ujar ahli gempa dari ITB, Dr Hamzah Latif, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (14/3/2011). Sendai adalah salah satu kota di Miyagi yang paling dekat dengan pusat gempa.

Dia menjelaskan, saat tsunami datang, dasar laut teraduk-aduk sehingga yang terangkat adalah sedimen di dasarnya. Jika penyusun sedimen di dasar laut adalah endapan aluvial yang berwarna hitam maka air yang dibawa tsunami untuk memukul daratan berwarna hitam. Namun jika dasar lautnya berupa karang maka air yang dibawa tsunami warnanya agak kecoklatan atau lebih terang.

"Ini tergantung dari sedimennya. Kalau suatu daerah, misalnya sungainya itu seperti air comberan, kemudian air itu mengalir ke laut, dan mengendap di dasar laut sekian tahun, maka saat tsunami datang endapan itu akan dibongkar dan bercampur dengan air laut," tutur alumnus Universitas Tohoku, Jepang, ini.

Kemungkinan lain yang menyebabkan air tsunami hitam adalah karena adanya lumpur vulkanik. Lumpur vulkanik ini seperti yang ada di Sidoarjo, Jawa Timur. Ketika gempa terjadi, terbentuk rekahan, sehingga bila ada lumpur vulkanik di bawah tanah maka akan keluar ke permukaan. Setelah keluar dari rekahan, lumpur tersebut kemudian bercampur dengan air.

Dia menambahkan, kendati belakangan Jepang tampak bersih, namun puluhan tahun lalu bisa saja ada pencemaran di sekitar pantai. Dari pencemaran itulah kemudian terjadi pengendapan di dasar laut. Yang terendap, lanjut dia, adalah sedimen berwarna hitam. karena itu tidak mengherankan jika air tsunami berwarna hitam.

Apakah kekuatan gempa turut mempengaruhi warna air tsunami? "Tidak. Yang mempengaruhi adalah endapan di laut. Kalau vulcanic mud bisa menyebabkan airnya hitam. Seperti kalau kita mengaduk ampas kopi. Tapi kalau lebih terang seperti kecoklatan, itu bisa terjadi karena ada karang," kata Hamzah.

Pada 11 Maret lalu, Jepang diguncang gempa berkekuatan 9. Gempa tersebut memicu tsunami yang menghantam Sendai dan sekitarnya. Lebih 1.600 orang tewas dalam bencana tersebut.


http://m.detik.com/read/2011/03/14/142728/1591158/10/mengapa-tsunami-di-jepang-berwarna-hitam-pekat

Tidak ada komentar: