Header

Rabu, 16 Agustus 2017

Seputar Kowantara


SEPUTAR VIDIOKU


MANGROVE DAN AYAT SABA 16

PETA HUTAN SABA



Apakah Buah Mangrove merupakan buah yang termaktub dalam ayat Saba 16 dalam Al-qur'an

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan perairan terluas.
17.508 pulau dengan garis pantai sepanjang 81.000 km. 140 juta jiwa atau sekitar 60 persen penduduk Indonesia tinggal dan bermukim di daerah pesisir.
Bahkan di pesisir pantai utara Jawa, ada sekitar 600.000 nelayan yang menggantungkan hidupnya dari hasil laut di sekitar tempat tinggalnya.
Sebagian masyarakat nelayan menggantungkan hidupnya dari hasil laut padahal ada satu potensi di sekitar mereka yang bisa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan mereka dalam hal pangan.
Potensi tersebut adalah hutan mangrove yang lebih dikenal sebagai hutan bakau.

Hutan mangrove sebagai penghasil cadangan pangan

Masyarakat pesisir secara tradisional sudah sejak dulu telah memanfaatkan mangrove sebagai pengganti nasi.

Ketika negara Indonesia mengalami krisis pangan pada tahun 1963 sampai 1965, masyarakat pesisir memanfaatkan mangrove sebagai bahan pangan.

Buah mangrove bisa dimakan dan tidak beracun karena secara logika buah ini sering dimakan oleh satwa yang hidup didalamnya misalnya kera, burung dan ular pohon.
Sebagai contoh, masyarakat pesisir di Balikpapan sudah biasa memanfaatkan buah mangrove sebagai pengganti nasi. Caranya dengan merebus buah mangrove sampai empuk kemudian dimakan dengan parutan kelapa.
Untuk menghilangkan rasa pahit, buah mangrove tersebut ditaburi dengan nira dari pohon kelapa atau nipah yang banyak terdapat di sekitar pantai. Hal senada juga dilakukan oleh masyarakat pesisir di Kabupaen Biak.
Bahkan masyarakat disana telah menganggap buah mangrove yang lebih dikenal dengan sebutan buah aibon yang artinya buah kayu sebagai komoditi agrobisnis andalan masa mendatang sehingga perlu dukungan kajian ilmiah untuk mendukung pengembangannya.



Seputar Kowantara