Header

Minggu, 27 Oktober 2019

Kyai Rangga Bupati Tegal Utusan Sultan Agung Mataram ke Batavia dan VOC



Kyai Rangga Utusan Sultan Agung Mataram ke Batavia

Sultan Agung mengirim Bupati Tegal Kyai Rangga untuk bernegosiasi dengan VOC di Batavia dengan syarat tertentu, namun karena tidak sesuai dengan keinginan VOC tawaran itu ditolaknya. Penolakan itu ternyata berbuntut panjang, sebab antara bulan April dan bulan Agustus 1628 Sultan Agung menyatakan perang terhadap VOC.

Tanggal 27 Agustus 1628, Sutan Agung memerintahkan Bupati Kendal Tumenggung Bahureksa dan pasukannya berangkat menuju Batavia. Pasukan kedua di pimpin Pangeran Mandureja (cucu Ki Juru Martani) di kirim lagi dan tiba di Batavia bulan Oktober 1628. Total pasukan Mataram hampir mencapai 10.000 orang prajurit. Bahkan pada tahun 1629 pasukannya sempat menyerang benteng pertahanan Hollandia di Batavia, markas besar
Gouverneur Generaal van Nederlands-Indie Jan Pieters zoon Coen, namun serangan tersebut dapat dipatahkan.
Tahun 1629, Sultan Agung memerintahkan pasukannya untuk menyerang kembali Batavia. Pasukan pertama dipimpin Adipati Ukur dan mulai diberangkatkan pada bulan Mei, sedangkan pasukan kedua dipimpin Adipati Juminah, berangkat bulan Juni 1629. Total pasukan sekitar 14.000 orang prajurit. Namun serangan
inipun mengalami kegagalan. Gagalnya Mataram menggempur Benteng Hollandia, dalam
"Kosep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh raja-raja Mataram(1987), disebabkan jarak tempuh dari Mataram ke Batavia membutuhkan waktu 1-2 bulan. Bantuan sulit diharapkan dalam waktu singkat. Daerah-daerah dipersiapkan untuk yangmendukung, misalnya lumbung padi di Krawang dan Cirebon dibakar oleh VOC sehinggapasukan Mataram kekurangan bahan makanan dan timbulnya wabah penyakit, hal lain sistempersenjataan VOC jauh lebih unggul segala-galanya
Sultan Agung semakin memperketat  penjagaan wilayah perbatasan, hal ini dimaksudkan agar VOC sulit menembus pusat kekuasaan Mataram di Jawa. tersebut

Jumat, 25 Oktober 2019

Arnhem Land dan Saelun Arim

Arnhem Land

Arnhem Land

Arnhem Land (harafiah: "Tanah Arnhem", Arnhem diambil dari nama kapal Belanda yang pernah berlabuh di sana 1623) adalah salah satu dari lima "wilayah" (region) di bawah administrasi Northern Territory di Australia. Posisinya terletak di sudut timur laut dan berjarak sekitar 500 km dari ibu kota Darwin. Wilayah ini memiliki luas 97.000 km2 yang juga mencakup daerah Taman Nasional Kakadu, dan berpopulasi 16.230. Wilayah dinamai oleh Matthew Flinders, penjelajah Inggris yang berkunjung ke tempat itu 1828.

Penghuni asli wilayah ini adalah suku pribumi Yolngu, yang sebelum kedatangan orang Eropa diketahui telah berhubungan dagang dengan pelaut/pedagang Bugis/Makassar dan Melayu. Menurut catatan Makassar, daerah pesisir Arnhem Land disebut Marege, sementara pesisir region Kimberley di Australia Barat yang bersebelahan dinamakan Kayu Jawa. Kepentingan para pedagang Nusantara ini terutama untuk mencari teripang. Tidak mengherankan karena Arnhem Land merupakan titik terdekat Australia dari Kepulauan Nusantara.

SAELUN ARIM


Surat Saba Ayat 16

فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ

Arab-Latin: Fa a'raḍụ fa arsalnā 'alaihim sailal-'arimi wa baddalnāhum bijannataihim jannataini żawātai ukulin khamṭiw wa aṡliw wa syai`im min sidring qalīl

Terjemah Arti: Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.

Referensi: https://tafsirweb.com/7774-surat-saba-ayat-16.html

Selasa, 22 Oktober 2019

5 Warteg special menus, need to be tasted

5 Warteg special menus, need to be tasted
 

 

Warteg as a small restaurant that is mushrooming in Jakarta and its surroundings, has been known as folk food, warteg provides special food that is very appetizing, especially for all food lovers. The menu available at small food stalls is not inferior to the taste in quality food and sold at high prices. Varied food on the warteg uses spices that have been seasoned well, making them addicted and wanting to add more.
This food will not be boring for culinary lovers, because it is a favorite and a recommendation in food selection. Some foods may not suit everyone's mouth, but sometimes food in small food stalls can be accepted by everyone because the right ingredients are combined with rice as the main carbohydrate. Some of these foods are served on the warteg and are a favorite for many people, and maybe you are one of them. Come on, here are 5 special warteg menus that need to be tasted at warteg-warteg in Jakarta
 
1. Orek Tempe/Fermented soybean in blocks ( lightly cook)
This one food is an important food and definitely always in every warteg that you visit, anyway.  Yup, what's more if it's not the orek tempe.  Usually, this one food is available there is a wet one and some are dry.  This one menu must be available and become a subscription for food tasters at the warteg.  Usually, in a day this food menu can run out even before night.
 
OREK TEMPE.jpgCaption : Orek Tempe Menu of Warteg2. Telur Dadar/Omelette or fry a mixture spread of eggs in a pan
In addition to orek tempe, another popular menu is omelet.  This menu is very good if it is served together with orek tempeh which is everyone's favorite menu.  The use of chives and chili is also a great addition to this egg flavor, so it does not taste bland for the tongue.  Served with gravy will arouse appetite.  This menu is also often used as a savior at an old date, because with a serving of warm rice and a piece of omelet will also make the stomach feel full for a long time.  
 TELUR DADAR.jpgCaption : Telur Dadar Menu of Warteg
3. Tempe Goreng Tepung/Fried fermented soybean in blocks  with flour 
Tempe fried flour is made with a mixture of flour dough and tempeh which is cut into several parts.  If served with warm tea, it will be suitable especially during the rainy season so it takes light meals accompanied by warm drinks that make the body not feel cold.  In addition this food will be more varied if served together with orek tempe.  But the ingredients are both from tempe, so it depends on each taste.
 
TEMPE GORENG TEPUNG.jpgCaption : Tempe Goreng Tepung Menu of Warteg
4. Sambal Goreng Kentang Ati Ampela/Potato, Chicken Liver in Spicy Coconut Milk
Sambal goreng potato is made from potatoes and uses chili sauce.  Complementary ingredients for chicken and petai can also be added to add to the taste of food.  Spicy taste in food is highly recommended with omelet so it is more varied.  This food is served in quite a large portion and will make the stomach full.
 
Sambal Kentang Goreng.jpgCaption : Sambal Goreng Kentang Menu of Warteg
5. Tumis Kangkung/Stir-fries kale
Kangkung/kale is very good for health.  This vegetable can be served with other side dishes such as orek tempeh.  This food is cooked together with chili and some herbs and gravy that can be mixed with rice and side dishes.  This food is a favorite food after many orek tempeh purchased.  Not infrequently there are those who eat it together with rice alone.  If it is served with crackers, it will taste good and not reduce taste.
 
TUMIS KANGKUNG.jpg

Warteg-Warteg in Jakarta, Most-Reviewed by Local Guides

Warteg-Warteg in Jakarta, Most-Reviewed by Local Guides
 


Warteg is the culinary identity of the Indonesian people. Even though it comes from Tegal, Warteg in Jakarta has mushroomed in every corner of the city. The characteristics are very easy to spot. Most of the Warteg buildings in Jakarta are simple stalls in which there are glass cabinets where you can choose from a selection of home-made side dishes and vegetables.

The menu is diverse and feels very home-made, and the price is very affordable, making Warteg popular and becoming a community customer from various circles, ranging from college children, manual workers, to office workers.
Which warteg  are mostly reviewed by local guides, curious about where it is? Check out the list below!

Jl. Tebet Timur Dalam Raya No.1D, RT.8/RW.10, Tebet Tim., Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810

Jl. Kemurnian V No.1C, RT.15/RW.1, Glodok, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11120

Warteg Gang Mangga.jpg
Caption : A photo Gang Mangga Warteg (Local Guide Dian Pitaloka Saraswati)


Jl. Desa Putra, RT.12/RW.5, Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

warteg kharisma bahari.jpgCaption : Types of cuisine served in Kharisma Bahari Warteg (Local Guide Doni hadi purnomo)
Jalan Skadron A No.57, RT.15/RW.1, Makasar, Kec. Makasar, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13510

Warteg Gewart Dago.jpg
Caption : A photo Gewart Warteg (Local Guide Desta Arifta)
Jl. Kemang Timur No.56, RT.7/RW.3, Bangka, Kec. Mampang Prpt., Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12730

Di Warteg.jpg
Caption : A photo Di Warteg (Local Guide Irna Gayatri)
RT.5/RW.2, Pegangsaan Dua, Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14250

Warteg Berkah Jaya.jpg
Caption : A photo Berkah Jaya Warteg (Local Guide Satria Satya Nugraha)
Jl. Tanah Mas Raya No.39, RT.3/RW.1, Kayu Putih, Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13210

Warteg Dua Satu (21).jpg
Caption : A photo 21 Warteg (Local Guide Leo Lainardo)

Jumat, 18 Oktober 2019

Oppenheimer Theory : Usia Pohon Bakau dan Surat Saba Ayat 16

Oppenheimer Theory :  Usia Pohon Bakau

Satu suntikan darah baru lebih jauh ke selatan di Australia lebih jarang dibicarakan oleh para arkeolog daripada Lapita.  Penyusupan ini mempunyai ciri binatang-binatang yang ditambahkan (terutama anjing dingo) dan mungkin alat-alat kecil baru yang disebut mikrolit. Lintasan banjir ketiga di Australia memantulkan yang lebih jauh ke utara tapi orang-orang yang terlibat dan pengaruh pengaruh terhadap kebiasan mengumpulkan makanan mereka agak berbeda. 

Beberapa arkeolog telah menyebutnya usia pohon bakau. Di Bab 1, saya menunjukkan kurva-kurva tingkat permukaan laut dari Great Barrier Reef di sepanjang pantai timur Australia yang memantulkan gambaran yang terlihat di tempat lain padhanya melewati tanda hari ini tepat di bawah 6.000 tahun lalu. Maka kemudian mungkin air naik sampai satu meter melewati tingkat permukaan laut hari ini selama 4.000 tahun berikutnya.

Periode dari 8.000 sampai 6.000 tahun lalu telah dijuluki sebagai "rawa-rawa besar" atau "masa pohon bakau" da paparan-paparan benua dengan laut turun-naik seca ra dramatis antara 8.000 dan 7.500 tahun la lu. Setelah kenaikan tajam besar banjir itu, tingkat ermukaan laut berhenti sementara pada minus 5 meter kemudian paparan benua Sahul yang besar di Australia Utara dan telah meninggalkan susunan-susunan endapan yang khas. Di tempat tempat seperti Arnhem Land dan Sungai Alligator Selatan, pohon bakau menyebar lebih luas di garis pantai, menyusup lebih dalam ke hinterland daripada sekarang. Harry Allen, seorang arkeolog dari Australia, percaya bahwa perubahan-perubahan serupa muncul di seluruh Asia Tenggara tropis:

Susunan-susunan endapan serupa diketahui dari Dangkalan Bangladesh, Teluk Thailand, di sepanjang pantai-pantai Vietnam dan Cina Selatan, dan di Selat Malaka. Daerah-daerah Kalimantan sangat mungkin mendapatkan
pengaruh yang serupa. Sebagai tambahan, lokasi itu, penanggalan, dan isi kerang (bakau/lumpur pantai/spesies muara) dari gundukan kulit kerang Hoabinh di Sumatra, mengusulkan bahwa peninjauan lingkungandi Dataran Banjir Sumatra Timur akan memberikan sebuah susunan per ubahan yang telah didokumentasikan untuk Australia Utara dan pantai-pantai Thailand Tengah dan Cina Selatan. Sambil lalu, ada gunanya merenungkan bahwa masa pohon bakau di pantai-pantai rata Australasia ini juga merupakan "masa para buaya", sebuah poin
yang ditekankan dengan nama Sungai Aligator.

Sebagaimana yang saya tunjukkan belakangan di buku ini, kenaikan dramatis da lam habitat salah satu musuh alami manusia yang paling ditakuti, ketika orang-orang Asia Tenggara berjuang untuk mendirikan budaya Neolitikum mereka pada masa banjir, mungkin masih diingat dalam motif naga air di Indo-Cina.

Apa yang khususnya menarik dalam kajian-kajian Australia Utara adalah penemuan bahwa kebiasaan makan dan teknologi orang-orang pantai ini berubah setelah kenaikan tingkat permuka an laut. Sebagaimana pada garis-garis pantai terbanjiri 7.000-7.500 tahun lalu, di mana tingkat permukaan laut pertama memuncak kemudian jatuh kembali, orang-orang tidak bermukim di tanah di wilayah banjir selama sekitar 500 tahun. Lagi-lagi seperti di pantai-pantai Laut Cina Selatan, bukti terbaik budaya kelautan dari periode banjir di Australia tropis datang dari tumpukan sampah cangkang kerang di gua-gua dan situs-situs udara terbuka yang cukup jauh ke daratan untuk menghindari penenggelaman. 

Penjelasan pribumi lokal untuk "gua-gua cangkang" yang ditemu kan 25-30 kilometer ke pedalaman dari rawa-rawa bakau saat ini di Arnhem Land Barat sederhana saja: "Banjir Nuh".56 Tidak jelas seberapa banyak tradisi ini disebabkan oleh pengaruh misionaris dan seberapa banyak ini mencerminkan sebuah cerita yang sudah ada sebelumnya. Perubahan-perubahan dalam teknologi alat batu di situs ini muncul sekitar 5.000 tahun lalu, jauh setelah perubahan lingkungan utama.

Surat Saba Ayat 16 


فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ 

Arab-Latin: Fa a'raḍụ fa arsalnā 'alaihim sailal-'arimi wa baddalnāhum bijannataihim jannataini żawātai ukulin khamṭiw wa aṡliw wa syai`im min sidring qalīl 

Terjemah Arti: Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.

Referensi: https://tafsirweb.com/7774-surat-saba-ayat-16.html