Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Kyai Rangga Bupati Tegal Utusan Sultan Agung Mataram ke Batavia dan VOC

Kyai Rangga Utusan Sultan Agung Mataram ke Batavia
Sultan Agung mengirim Bupati Tegal Kyai Rangga untuk bernegosiasi dengan VOC di Batavia dengan syarat tertentu, namun karena tidak sesuai dengan keinginan VOC tawaran itu ditolaknya. Penolakan itu ternyata berbuntut panjang, sebab antara bulan April dan bulan Agustus 1628 Sultan Agung menyatakan perang terhadap VOC.
Tanggal 27 Agustus 1628, Sutan Agung memerintahkan Bupati Kendal Tumenggung Bahureksa dan pasukannya berangkat menuju Batavia. Pasukan kedua di pimpin Pangeran Mandureja (cucu Ki Juru Martani) di kirim lagi dan tiba di Batavia bulan Oktober 1628. Total pasukan Mataram hampir mencapai 10.000 orang prajurit. Bahkan pada tahun 1629 pasukannya sempat menyerang benteng pertahanan Hollandia di Batavia, markas besar
Gouverneur Generaal van Nederlands-Indie Jan Pieters zoon Coen, namun serangan tersebut dapat dipatahkan.
Tahun 1629, Sultan Agung memerintahkan pasukannya untuk menyerang kembali Batavia. Pasukan pertama dipimpin Ad…

Arnhem Land dan Saelun Arim

Arnhem Land
Arnhem Land (harafiah: "Tanah Arnhem", Arnhem diambil dari nama kapal Belanda yang pernah berlabuh di sana 1623) adalah salah satu dari lima "wilayah" (region) di bawah administrasi Northern Territory di Australia. Posisinya terletak di sudut timur laut dan berjarak sekitar 500 km dari ibu kota Darwin. Wilayah ini memiliki luas 97.000 km2 yang juga mencakup daerah Taman Nasional Kakadu, dan berpopulasi 16.230. Wilayah dinamai oleh Matthew Flinders, penjelajah Inggris yang berkunjung ke tempat itu 1828.
Penghuni asli wilayah ini adalah suku pribumi Yolngu, yang sebelum kedatangan orang Eropa diketahui telah berhubungan dagang dengan pelaut/pedagang Bugis/Makassar dan Melayu. Menurut catatan Makassar, daerah pesisir Arnhem Land disebut Marege, sementara pesisir region Kimberley di Australia Barat yang bersebelahan dinamakan Kayu Jawa. Kepentingan para pedagang Nusantara ini terutama untuk mencari teripang. Tidak mengherankan karena Arnhem Land merupakan t…

5 Warteg special menus, need to be tasted

5 Warteg special menus, need to be tasted
Warteg as a small restaurant that is mushrooming in Jakarta and its surroundings, has been known as folk food, warteg provides special food that is very appetizing, especially for all food lovers. The menu available at small food stalls is not inferior to the taste in quality food and sold at high prices. Varied food on the warteg uses spices that have been seasoned well, making them addicted and wanting to add more. This food will not be boring for culinary lovers, because it is a favorite and a recommendation in food selection. Some foods may not suit everyone's mouth, but sometimes food in small food stalls can be accepted by everyone because the right ingredients are combined with rice as the main carbohydrate. Some of these foods are served on the warteg and are a favorite for many people, and maybe you are one of them. Come on, here are 5 special warteg menus that need to be tasted atwarteg-warteg in Jakarta 1. Orek Tempe/Fermented so…

Warteg-Warteg in Jakarta, Most-Reviewed by Local Guides

Warteg-Warteg in Jakarta, Most-Reviewed by Local Guides
Warteg is the culinary identity of the Indonesian people. Even though it comes from Tegal, Warteg in Jakarta has mushroomed in every corner of the city. The characteristics are very easy to spot. Most of the Warteg buildings in Jakarta are simple stalls in which there are glass cabinets where you can choose from a selection of home-made side dishes and vegetables.
The menu is diverse and feels very home-made, and the price is very affordable, making Warteg popular and becoming a community customer from various circles, ranging from college children, manual workers, to office workers. Which warteg  are mostly reviewed by local guides, curious about where it is? Check out the list below!
1. Warmo Warteg Jl. Tebet Timur Dalam Raya No.1D, RT.8/RW.10, Tebet Tim., Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810
Caption : A photo Types of cuisine served in Warteg Warmo (Local Guide Suryadi Hertanto) 2. Gang Mangga War…

Oppenheimer Theory : Usia Pohon Bakau dan Surat Saba Ayat 16

Oppenheimer Theory :  Usia Pohon Bakau
Satu suntikan darah baru lebih jauh ke selatan di Australia lebih jarang dibicarakan oleh para arkeolog daripada Lapita.  Penyusupan ini mempunyai ciri binatang-binatang yang ditambahkan (terutama anjing dingo) dan mungkin alat-alat kecil baru yang disebut mikrolit. Lintasan banjir ketiga di Australia memantulkan yang lebih jauh ke utara tapi orang-orang yang terlibat dan pengaruh pengaruh terhadap kebiasan mengumpulkan makanan mereka agak berbeda. 
Beberapa arkeolog telah menyebutnya usia pohon bakau. Di Bab 1, saya menunjukkan kurva-kurva tingkat permukaan laut dari Great Barrier Reef di sepanjang pantai timur Australia yang memantulkan gambaran yang terlihat di tempat lain padhanya melewati tanda hari ini tepat di bawah 6.000 tahun lalu. Maka kemudian mungkin air naik sampai satu meter melewati tingkat permukaan laut hari ini selama 4.000 tahun berikutnya.
Periode dari 8.000 sampai 6.000 tahun lalu telah dijuluki sebagai "rawa-rawa besar&…