Header

Tampilkan postingan dengan label Matahari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matahari. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Maret 2018

Ternyata Dekatnya Raja Sulaiman dan Ratu Saba Sedekat Daerah Saba dan Daerah Sulaiman


Dekatnya Raja Sulaiman Alihi Salam Dengan Ratu Saba digambarkan dalam ayat-ayat


Daerah Saba :

Burung Hud-Hud yang memberitau tentang negeri Saba

Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini, (An-Naml : 22)

Negeri Saba diperintah oleh seorang Wanita 

Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. (An-Naml : 23)

Kaum Saba Penyembah Matahari

Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk. (An-Naml : 24)

Tanda-tanda Negeri Saba 

Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. (Saba : 15)

Raja Sulaiman Alaihi Salam Tertarik Akan Negeri Saba

Berkata Sulaiman: "Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta. Surat An Naml ayat 28

Raja Sulaiman Alaihi Salam Berkirim Surat Ke Negeri Saba

Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan"
Surat An Naml ayat 29

Isi Suratnya :

Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Surat An Naml ayat 31

Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri".
Surat An Naml ayat 32

Respon Surat Ratu Saba 

Berkata ia (Ratu Saba): "Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. Surat An Naml ayat 30

Berkata dia (Ratu Saba): "Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku)".
Surat An Naml ayat 32

Mereka menjawab: "Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada ditanganmu: maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan".
Surat An Naml ayat 33

Dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat. Surat An Naml ayat 34

Ratu Saba Merespon Dengan Mengirim Utusan dan Hadiah

Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu". Surat An Naml ayat 36

Raja Sulaiman Alaihi Salam Tidak Mau Hadiah Meminta Ratu Saba Datang Ke Istananya

Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: "Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu. Surat An Naml ayat 37

Pertemuan Ratu Saba (Balqis) dengan Raja Sulaiman Alaihi Salam Dan Mengikuti Ajaran Sulaiman

Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah sulaiman: "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca". Berkatalah Balqis: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam". (AN NAML (SEMUT) ayat 44)


Dekatnya Lokasi  Kabupaten Wana Saba dan Kabupaten Sleman (Sulaiman)

Wonosobo
Wonosobo (Jawaꦮꦤꦱꦧtranslit. Wanasaba) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Wonosobo. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Magelang di timur, Kabupaten Purworejo di selatan, Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Banjarnegara di barat, serta Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal di utara.
Kabupaten Wonosobo berdiri 24 Juli 1825 sebagai kabupaten di bawah Kesultanan Yogyakarta seusai pertempuran dalam Perang Diponegoro. Kyai Moh. Ngampah, yang membantu Diponegoro, diangkat sebagai bupati pertama dengan gelar Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Setjonegoro.

Kata Wonosobo berasal dari bahasa JawaWanasaba, yang secara harafiah berarti: "tempat berkumpul di hutan". Bahasa Jawa sendiri mengambilnya dari bahasa Sanskertavanasabhā yang artinya kurang lebih sama. Kedua kata ini juga dikenal sebagai dua buku dari Mahabharata: "Sabhaparwa" dan "Wanaparwa".

Wonosobo adalan wilayah dengan keadaan tanah yang begitu subur sehingga banyak sekali tanaman yang dapat tumbuh contohnya adalah sayuran. Mulai dari dataran tinggi Dieng sampai Kaliwiro (yang merupakan wilayah rendah) terdapat banyak sekali sayuran. berbagai macam sayuran dapat tumbuh seperti, kubis, kentang, selederi, daun kocai, sawi, mentimun, bayam, terong, cabe, kangkung, dan masih banyak tumbuhan yang termasuk jenis sayuran lain.

Di wilayah yang dijuluki kota dingin ini juga dapat timbuh berbagai buah-buahan. Adapun buah yang dapat tumbuh adalah pisang, pepaya, durian, mangga, jambu, duku, rambutan, buah naga, nanas, kelengkeng, stroberi, anggur, manggis, dan lain-lain. Selain itu, ada beberapa buah-buahan yang tumbuh di dalam tanah yaitu singkong dan ubi jalar. Salah satu yang menjadi Buah Khas di Wonosobo adalah Buah Carica, buahnya mirip dengan pepaya akan tetapi memiliki tekstur yang lebih keras sedikit.

Sebagian besar wilayah Kabupaten Wonosobo adalah daerah pegunungan. Bagian timur (perbatasan dengan Kabupaten Temanggung) terdapat dua gunung berapi: Gunung Sindoro (3.136 meter) dan Gunung Sumbing (3.371 meter). Daerah utara merupakan bagian dari Dataran Tinggi Dieng, dengan puncaknya Gunung Prahu (2.565 meter). Di sebelah selatan, terdapat Waduk Wadaslintang.
Ibukota Kabupaten Wonosobo berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten, yang merupakan daerah hulu Kali SerayuWonosobo dilintasi jalan provinsi yang menghubungkan Semarang-Purwokerto
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Wonosobo

Sleman (Sulaiman)

Keberadaan Kabupaten Sleman dapat dilacak pada Rijksblad no. 11 Tahun 1916 tanggal 15 Mei 1916 yang membagi wilayah Kasultanan Yogyakarta dalam 3 Kabupaten, yakni Kalasan, Bantul, dan Sulaiman (yang kemudian disebut Sleman), dengan seorang bupati sebagai kepala wilayahnya. Dalam Rijksblad tersebut juga disebutkan bahwa kabupaten Sulaiman terdiri dari 4 distrik yakni : Distrik Mlati (terdiri 5 onderdistrik dan 46 kalurahan), Distrik Klegoeng (terdiri 6 onderdistrik dan 52 kalurahan), Distrik Joemeneng (terdiri 6 onderdistrik dan 58 kalurahan), Distrik Godean (terdiri 8 onderdistrik dan 55 kalurahan). Berdasarkan Perda no.12 Tahun 1998, tanggal 15 Mei tahun 1916 akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Sleman. Menurut Almanak, hari tersebut tepat pada Hari Senin Kliwon, Tanggal 12 Rejeb Tahun Je 1846 Wuku Wayang.
Berdasar pada perhitungan tahun Masehi, Hari Jadi Kabupaten Sleman ditandai dengan surya sengkala "Rasa Manunggal Hanggatra Negara" yang memiliki sifat bilangan Rasa= 6, Manunggal=1, Hanggatra=9, Negara=1, sehingga terbaca tahun 1916. Sengkalan tersebut, walaupun melambangkan tahun, memiliki makna yang jelas bagi masyarakat Jawa, yakni dengan rasa persatuan membentuk negara. Sedangkan dari perhitungan tahun Jawa diperoleh candra sengkala "Anggana Catur Salira Tunggal". Anggana=6, Catur=4, Salira=8, Tunggal=1. Dengan demikian dari candra sengkala tersebut terbaca tahun 1846.
Beberapa tahun kemudian Kabupaten Sleman sempat diturunkan statusnya menjadi distrik di bawah wilayah Kabupaten Yogyakarta. Dan baru pada tanggal 8 April 1945, Sri Sultan Hamengkubuwono IX melakukan penataan kembali wilayah Kasultanan Yogyakarta melalui Jogjakarta Koorei angka 2 (dua). Penataan ini menempatkan Sleman pada status semula, sebagai wilayah Kabupaten dengan Kanjeng Raden T umenggung Pringgodiningrat sebagai bupati. Pada masa itu, wilayah Sleman membawahi 17 Kapenewon/Kecamatan (Son) yang terdiri dari 258 Kalurahan (Ku). Ibu kota kabupaten berada di wilayah utara, yang saat ini dikenal sebagai desa Triharjo. Melalui Maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 tahun 1948 tentang perubahan daerah-daerah Kelurahan, maka 258 Kelurahan di Kabupaten Sleman saling menggabungkan diri hingga menjadi 86 kelurahan/desa. Kelurahan/Desa tersebut membawahi 1.212 padukuhan.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Sleman

Sabtu, 03 Maret 2018

Meskipun Elitnya Merampok dan Mengkhianatinya, Nusantara Terus Melegenda


GAMBAR MESIR NEGERI DENGAN PERADABAN YANG SANGAT MAJU

Negeri Nusantara ini melakoni sejarahnya bukan ketika negeri ini sudah merdeka, sejarah Sriwijaya terus Majapahit itu tahapan sejarah waktu yang telah dilalui bangsa ini, bangsa yang digambarkan oleh Prof. Santos dalam bukunya The Lost Atlantis dan   Stephen Oppenheimer  dengan tulisan bukunya Eden In The East
NEGERI INI PERNAH MENJADI PERADABAN PERTAMA DUNIA


NEGERI NUSANTARA YANG MELEGENDA

Dalam bukunya menggambarkan bahwa negeri ini yang menyebarkan peradaban-peradaban ke seluruh antero bumi dengan diaspora penduduknya yang melesat dari tanahnya karena banjir tsunami yang dahsat mereka bermigrasi ke penjuru daratan dunia untuk menyelamatkan dirinya, mereka tidak menjajah buat apa menjajah wong tanah asal kelahirannya  gemah ripah loh jinawe dan kaya sumberdaya alam, mereka keluar karena bencana banjir yg maha dahsyat yg menimpanya dan harus keluar dari rumah dan kampungnya.


Itulah peradaban dari timur yang berlayar ke barat yang terlupakan dan merupakan sebuah anti tesa dari intelektual barat  yang sok pintar dan merasa benar sendiri dan yg menghegomoni bahwa barat sumber peradaban, satu contoh peradaban menghormati gender di timur sudah memulai dengan diangkatnya perempuan, wanita menjadi pemimpin bangsa ada ratu Saba, Sima (Ratu Kalingga Abad 6 M), Bhre Daha alias dewi Suhita atau Prabu Sri Suhita atau Su King Ta yang bergelar Ratu Ayu Kencana Wungu adalah ratu wanita Majapahit VI memerintah mulai tahun 1427-1447

Banyak   perempuan-perempuan dari nama Jawa dan daerah  Nusantara lainnya yang dinobatkan menjadi ratu Majapahit dan kerajaan besar Nusantara lainnya sebelum Inggris dengan mengangkat Ratu Elizabeth I  dan Belanda dengan  Ratu Wilhelmina yang juga menjadi polemik kepemimpinan wanitanya di waktu itu karena sejarah menceritakan realita yang ada ketika di masa Romawi  imperium terbesar dan terluas sepanjang sejarah di benua Eropa sebelum dan sesudah Masehi dari Konstatien I sampai Konstatien XI sampai runtuhnya tidak ada nama silsilah raja dari gender perempuan dan begitu juga di Timur Tengah dari Muawiyah sampai Khilafah Islam Othman tidak ada nama nisa/perempuan atau wanita menjadi khalifah pemimpin kecuali nama putri Rasulullah SAW yang di abadikan menjadi  nama Khilafah Fatimiyah di negeri Firaun di bagian benua Afrika yaitu di negeri Alexanderia, negeri Piramida Mesir di abad 10 M.

Mesir memang unik bukan hanya berdirinya Al Azhar universitas tertua ke 2 di masa Khilafah Fatimiyah tetapi berdirinya universitas tersebut lebih tua dari  universitas nomer satu dan terhebat di dunia yaitu Harvard di Amerika dan Oxford di Inggris, Mesir juga punya Cleopatra nama ratu di zaman Firaun dan ternyata di zaman itu komunitas sosialita perempuannya bisa memenjarakan Yusuf AS sebelum Cleopatra naik tahta, itulah Mesir yg gendernya juga mempunyai emansipasi, tetapi sejarah telah mencatat bahwa Bangsa Asia pernah berkuasa se abad di negeri Alexandaria, mungkin peradaban ini pengaruh dari asia, sehingga wajar Mesir negera pertama mengakui kemerdekaan negeri ini, kenapa hanya Mesir yg maju peradabannya bukan negeri-negeri di sekitarnya.

Gambaran negeri ini yg bermilinium bangsanya menyebar peradaban, bayangkan jika negeri ini baru berbangsa dan bernegara mungkin sudah bubar, bagaimana mungkin negeri dengan kesenjangan yang luar biasa negeri dengan 1 % keluarga penduduk negeri ini menguasai produk barang dan jasa 50 % ekonomi negeri ini, inilah Bangsa Nusantara jika ada segolongan bangsa yang mengejek maka nasionalisme pemuda akan bangkit seperti bangkitnya Bung Tomo melawan penjajah Belanda yang membonceng sekutu dengan bambu runcing dan kalimat takbir, Indonesia bukannya setelah dijajah wilayahnya bukan semakin sempit tapi lebih luas dari wilayah Majapahit dan Sriwijaya, wilayah dari Sabang sampai Merauke, Indonesia tidak akan pudar dan mati walaupun elitnya ingin merampok dan berkhianat, apa lagi cuma hanya kegaduhan yang tidak berarti, tanpa dipresidenipun negeri nusantara ini masih disegani dan tidak akan mati dan masih melegenda karena negeri ini dulu punya sejarah yang berarti bagi kehidupan peradaban dunia dari sisinya dan juga bangsa ini sudah punya sejak dulu tentang jati dirinya, Itulah Negeri nusantara ini di wilayah timur yang mataharinya tidak pernah redup dan absen menyinarinya setiap pagi sehingga mustahil badai salju akan hadir, dan 2/3 wilayah perairannya akan menyerap energi panas matahari sehingga akan sejuk sepanjang masa.....begitulah kehebatan negeri ini yang terus melegenda. Wallahu a'lam bhisowab

(*ditulis oleh Al Faqiir Mukroni ketua Kowantara)