Postingan

Menampilkan postingan dengan label gontor

Mengenal Dekat Mukroni di Kowantara

Gambar
  Melalui Kowantara, Ir. Mukroni Perjuangkan Kesejahteraan Para Pengusaha Warteg Para pengusaha warteg patut bangga pada Ir. Mukroni, Pendiri dan Penasehat Koperasi Warteg Nusantara (Tahun :2011-Sekarang) yang kemudian sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum Warung Nusantara (Kowantara) (Tahun :2012-sekarang). Melalui Kowantara yang dipimpimnya, ia memang memperjuangkan kesejahteraan para pengusaha warteg.  Pengalaman dalam dunia perkoperasian benar-benar ia wujudkan dengan kerja nyata seorang pemimpin Kowantara dalam merealisasikan tujuan Kowantara yang memang didirkan untuk mewadahi kepentingan dan  kebersamaan anggota untuk menuju kesejahteraan bersama secara gotong royong. “Pengalaman saya pertama kali beriƆteraksi dengan gerakan koperasi ketika saya mondok di Pondok Mondern Gontor Ponorogo Jawa Timur, ketika itu saya sebagai santri untuk memenuhi kebutuhan segala macam di pondok dari kebutuhan mandi sampai kebutuhan   sekolah telah disediakan oleh Kopontren, Koperasi Pondok Pesantre

5 Oldest Islamic Boarding Schools in Java

Gambar
When talking about Islamic boarding schools, Islamic boarding schools are the first place of education before there is a school or madrasah education as modern education, Islamic boarding schools are traditional Islamic education in Indonesia, where students can learn and must be occupied by santri in the complex which also provides mosques for worship, study room and more. religious activities. This complex is surrounded by rules and regulations for students in accordance with applicable regulations. Islamic boarding schools are two terms that show one understanding. Islamic boarding schools are based on their basic understanding of student learning places, while huts mean simple houses or residences made of bamboo. In addition, the word cottage might come from Funduq Arabic, which means a hostel or hotel. On Java, including Sunda and Madura, terms and conditions are generally used, while in Aceh it is known as the Dayah or Rangkang or menu, while in Minangkabau it is called Surau.