Header

Tampilkan postingan dengan label taurat zabur yahudi daud musa soelaiman warteg mukroni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label taurat zabur yahudi daud musa soelaiman warteg mukroni. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Maret 2018

Senin, 05 Maret 2018

Jokowi Warteg Prabowo Nasi Goreng


 Kamis, 03 Juli 2014, 09:33
The Jakarta Post, Jakarta | Pemilu Watch |

Saat datang ke masakan favorit, calon presiden Prabowo Subianto dan Joko "Jokowi" Widodo berbagi kegemaran untuk makanan jalanan. 

Meski sangat banyak menghabiskan masa mudanya di luar negeri, Prabowo tidak pernah kehilangan nafsu makan untuk makanan indonesia, terutama nasi goreng, yang banyak tersedia di warung jalanan. 

"Pak Prabowo suka mengajak tamu dan stafnya berkunjung untuk makan bersama di rumah, dan Anda selalu bisa menemukan nasi goreng yang disajikan di meja makan untuk sarapan, makan siang dan makan malam," kata Dirgayuza "Yuza" Setiawan, salah satu dari dekat Prabowo. Pembantu dan Strategi

Prabowo, menurut Yuza, juga menyukai nasi lemak (nasi yang dikukus dengan santan kelapa), salah satu masakan Melayu yang paling populer, disajikan dengan bawang putih ekstra. 

Setiap kali Prabowo mengunjungi Kuala Lumpur, Yuza mengatakan, dia akan makan di restoran favoritnya, Warung Paman Don, setidaknya satu kali.

"Sambil menikmati masakan restoran, Pak Prabowo suka mengenang hari-hari yang dihabiskannya di Malaysia bersama ayahnya," kata Yuza. 

Pada tahun 1957, ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikusumo, yang merupakan salah satu pendiri negara tersebut, melarikan diri dari negara tersebut bersama keluarganya setelah mendapat tentangan terhadap Sukarno, yang dianggap terlalu dekat dengan pemimpin partai komunis dan tidak tahu pentingnya pengembangan ekonomi lokal. 

Oleh karena itu, Prabowo muda harus tinggal dan belajar di Malaysia, Swiss dan Inggris sebelum memutuskan untuk bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia (tahun TNI) pada tahun 1970, dua tahun setelah mempertimbangkan untuk pulang dan melayani sebagai menteri kabinet di Pemerintahan Soeharto 

Karena masih memiliki gaya hidup Indonesia yang berakar, Prabowo terlihat cukup nyaman saat teman lama Aburizal Bakrie, pengusaha dan ketua Partai Golkar, ditunggu untuk makan sate kambing selama sebuah kampanye baru-baru ini di Bandung, Jawa Barat.

"Lezat, tapi gak makan ini terlalu sering," kata Prabowo, menyindir daging kambing tinggi lemak. 

Sementara Prabowo berkeras makan nasi goreng di meja makannya, Jokowi tidak memiliki makanan favorit tertentu.  Dia, bagaimanapun, memiliki kecenderungan untuk makan di warung jalanan. 

Selama blusukannya, kunjungannya secara teratur terlihat makan di warteg (sebuah akronim untuk warung tegal, sebuah warung yang hadir dari Tegal, sebuah kabupaten di Jawa Tengah). 

Dia terlihat dua kali mengambil ketua PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk makan di warteg awal tahun ini. 

Megawati sering mencekik tubuh ramping Jokowi, meminta makan lebih banyak. 

"Saya sebenarnya tidak suka makan banyak  Saya juga tidak punya makanan kesukaan saya  makan hampir semuanya," kata Jokowi.

Ditulis oleh : Hasyim Widhiarto dan Sita W. Dewi,


Ternyata Negeri ini Masih menyisakan kehebatannya

ZAMRUD KATULISTIWA

Dari kehebatan-kehebatan yang ada yang dipunyai negeri ini di bawah ini ada 25 Kehebatan Bangsa ini yaitu :


1. Taukah kita ?
Bangsa ini adalah pewaris sumber daya alam panas bumi terbesar di dunia

2. Taukah kita ?
Bangsa ini adalah pewaris warung makan terbanyak di dunia (warteg, warung padang, dan lain-lain)

3. Taukah kita ?
Bangsa ini adalah pewaris negara kepulauan terbesar di dunia

4. Taukah kita ?
Bangsa ini adalah pewaris variasi biota laut tertinggi di dunia (negara maritim dengan 17 ribu lebih pulau-pulau membentuk ekosistem lautan yang punya variasi biota laut)

5. Taukah kita ?
Bangsa ini adalah pewaris pasar burung terbanyak di dunia

6. Taukah kita ?
Bangsa ini adalah kemungkinan pewaris Candi Piramida terbesar dan terkuno di dunia setelah terkuaknya situs gunung Padang di Cianjur (masih dalam penelitian)

7. Taukah kita ?
Bangsa ini adalah pewaris jenis/spesies semut terbanyak di dunia

8. Taukah kita ?
Bangsa ini adalah pewaris binatang purba hidup (Komodo) terbesar di dunia

9. Taukah kita ?
Bangsa ini adalah pewaris sungai (simbol kehidupan surga) terbanyak di dunia

10. Taukah kita ?
Bangsa ini adalah pewaris agama samawi (Islam, Hindu, Budha, Protestan, Katolik) paling beragam di dunia  (situsnya masih terpelihara)

11. Taukah kita ?
Bangsa ini adalah pewaris fosil manusia purba (fosil Sangiran) terbanyak di dunia

12. Taukah kita ?
Bangsa ini adalah pewaris candi terbesar dan terbanyak di dunia

13. Taukah kita ?
Bangsa ini adalah pewaris hutan mangrove (hutan bakau) terluas di dunia.

14. Taukah  kita ?
Bangsa ini adalah pewaris hutan tropis (negeri zamrud katulistiwa) terluas di dunia.

15. Taukah kita ?
Bangsa ini adalah pewaris negeri yang letaknya sangat strategis, busur kepulauan di antara dua samudera dan dua benua. Tak banyak negara yang seperti ini,

16. Taukah kita ?
Bangsa ini adalah pewaris teluk (Laut Jawa dulunya daratan menjadi lautan) terluas di dunia

17. Taukah  kita ?
Bangsa ini adalah pewaris coral (karang laut, binatang laut penjaga ekologi perairan) terbanyak dalam jenisnya (spesies) di dunia

18. Taukah kita ?
Bangsa ini adalah pewaris gunung berapi (kaya mineral dan tambang) terbanyak di dunia

19. Taukah kita ?
Bangsa ini adalah pewaris tanah tersubur di dunia

20. Taukah kita ?
Bangsa ini pewaris garis pantai terpanjang nomer dua di dunia dan garis pantai tersubur di dunia

21. Taukah  kita ?
Bandara terbaik (Changi) di dunia ada di wilayah Nusantara (Pulau Tumasik)

22. Taukah kita ?
Hanya di wilayah Nusantara yang silsilah kerajaannya yang masih ada dan silsilah rajanya hampir menyamai silsilah Kaisar Romawi/Bizantium (Kekaisaran terbesar sepanjang sejarah di abad setelah Masehi) dari Kaisar Konstatien I (pendiri Kota Konstatinopel sekarang Istanbul Turki) sampai  Konstatien XI (Kaisar terakhir di tahun 1453 M ditaklukan Sultan Mehmed II dari Khilafah Othman) dan dari Sri Sultan Hamengkubuwana I (pendiri Kesultanan  Jogjakarta  13 Februari 1755 "Perjanjian Giyanti ") sampai Sri Sultan Hamangkubuwana X (Raja dan Gubernur Prov. Jogjakarta sekarang)

23. Taukah kita ?
Di wilayah Nusantara ini ada perempuan pertama (abad 6 M) menjadi pemimpin (Ratu Shima Ratu Kerajaan Kalingga)  yang menerapkan hukum potong tangan bagi pencuri sezaman dengan hukum potong tangan hukum Islam di Madinah Arab Saudi

24. Taukah kita ?
Di wilayah Nusantara ini raja-rajanya bergelar  simetris dengan "Paku/Pasak Bumi" atau Gunung (Penjaga Kestabilan Bumi)
1. Mangkubumi (Pemangku Bumi (Penjagan Kestabilan Bumi)
2. Amangkurat (Pemangku Jagat/Alam (Penjaga Kestabilan Alam/Gunung)
3. Pakubuwana (Pasak (penjaga kestabilan Benua)
4. Hamengkubuwana ( Yang Memangku Benua (Penjaga Kestabilan Benua)
5. Mangkunegara (Mangku Negeri/ Penjaga Kestabilan Negeri)
6. Paku Alam (Pasak Alam/Penjaga Kestabilan Alam)
7. Syaelendra (Raja Gunung/Penjaga Kestabilan Bumi)

25. Taukah kita ?
Di wilayah Nusantara ini nama kota (Yogyakarta) yang masih ada di ambil dari kisah Ramayana dan Maha Bharata.
(Nama Yogyakarta adalah perubahan bentuk dari Yodyakarta. Nama Yogyakarta adalah perubahan bentuk dari Yodyakarta. Yodyakarta berasal dari kata Ayodya dan Karta. Ayodya diambil dari nama kerajaan dalam kisah Ramayana, (nama Ibukota kerajaan Kosala kota kelahiran Sri Rama) sementara karta berarti ramai.

Isu Politik Beras Plastik Tidak Mampu Menggoyang Lidah Pelanggan Warteg








Setahun yang lalu penulis ditawari cemilan kacang oleh-oleh dari saudara sehabis ibadah umroh, fisiknya besar dan penampakannya juga bagus dan lebih putih dibandingkan kacang  lokal, senang juga tidak perlu pergi jauh-jauh untuk menikmati rasanya, tetapi lidah tidak  pernah bohong (bukan iklan yg di TV)  ternyata kacang lokal lebih gurih dibandingkan kacang oleh-oleh tersebut.

Soal rasa, bukan hanya kacang, ketika penulis mengikuti pelatihan koperasi pemuda di Kanada empat belas tahun yang lalu, penulis harus izin untuk bisa menikmati masakan nusantara, karena rindunya terhadap makanan tempe dan ayam goreng yang dimasak kawan-kawan mahasiswa Indonesia yang belajar di sana, rasanya maknyuus seakan-akan makan di warteg, walaupun jauhnya + 14.000 Km. dari kampung.

Mungkin soal rasa bukan hanya penulis yang sok rasa nusantara, lama bergumul dengan wartegan (komunitas pedagang warteg) kebetulan banyak sekampung, para wartegan ternyata juga mempunyai cerita yang menarik, para wartegan juga melakukan percobaan (trial dan error bahasa kerennya) terhadap rasa para pelanggan dalam menikmati makanan di warung tegal.

Para wartegan tentunya dalam berbisnis ingin mengoptimalkan keuntungan dengan membeli bahan pokok yang murah misalnya memperoleh beras yang harganya murah dan barangnya bagus, tentunya pilihannya beras impor karena harganya murah dan penampakannya bagus dan lebih putih walaupun putihnya tidak natural.

Akan tetapi bukan untung yang diperoleh para pelanggan justru pelanggan banyak yang kabur karena nasi yang dimasak dari beras impor ternyata tidak membuat puas selera rasa pelanggan walaupun harganya sepiring lebih murah dibandingkan nasi yang dimasak dari beras lokal.


Pelanggan yang mayoritas dari kalangan bawah yang makan di warung tegal ternyata masih mempunyai rasa akan lezatnya beras lokal, hal inilah yang membuat ditampiknya beras impor untuk masuk ke warteg-warteg yang jumlahnya lebih dari 25.000 warteg yang tersebar di Jadebotabek, apalagi beras plastik yang sekarang lagi membuat pemerintah direpotkan untuk menelusuri dan mengantisipasi masuknya beras tersebut.....Salam Wartegan

Ditulis oleh Mukroni*
*Penulis adalak Ketua Umum Kowantara