Header

Senin, 26 Maret 2012

TIDUR 309 TAHUN


TIDUR 309 TAHUN


Dan mereka tinggal di dalam gua tiga ratus tahun di tambah Sembilan  (QS. Al-Kahfi 18: 25)

Ada perintah Rasulullah saw. yang sudah mulai jarang dilaksanakan karena tergusur acara sinetron dan kuis televisi, yakni membaca sebuah surat di dalam Al- Quran, Al Kahfi, di malam dan siang hari Jumat. Al Kahfi  artinya gua, karena dari ayat 9 sampai ayat 26 mengandung  kisah tentang para pemuda penghuni gua -ashabul kahfi yang berlindung di dalam gua untuk menghindari kejaran  penguasa kafir yang mau memaksa mereka murtad.
Mereka merasa hanya tidur sehari atau setengah  hari padahal ternyata telah berlangsung 309 tahun lamanya. Ki tab-kitab tafsir hanya membahasnya sebagai mukjizat Ilahi karena menceritakan hal-hal yang aneh. Namun, dari kacamata pengetahuan, kisah tidur 309 tahun ini tentu membuat penasaran. Ini adalah isyarat Allah tentang kemunginan manusia melompat ke masa depan. Ayat ini turun 1400 tahun sebelum film-film Hollywood tentang lorong waktu (time tunel) tentang mesin waktu (time machine), serta tentang perjalanan ke masa depan (back to the  future).
   Pada tahun 1958, Profesor Muhammad Taisir Dhabyan, ketua Rabithah Ulumul Islamiyah di Yordania, setelah Shalat Istikharah di Masjid Al Hussein, Amman, menemukan gua yang tertutup timbunan reruntuhan 3 km di luar kota Amman. Gua yang diyakini sebagai gua Ashabul Kahfi yang disebut dalam Al Quran itu dipotret 'an dilampirkan dalam surat proposal yang ditujukan kepada Direktorat Purbakala Kerajaan Yordania. Namun respons positif baru diperoleh 5 tahun kemudian, yakni di tahun 1963. Gua tersebut mulai digali, dibersihkan, dan dipugar sampai akhirnya pada tahun 1977 nama desa Ar-Rajib didekatnya diresmikan menjadi desa Ar-Raqim, sesuai dengan ayat Al Quran.
   Gua Ashabul Kahfi tersebut menghadap ke arah selatan, ke kota Amman. Di sana ditemukan 8 kuburan, 4 di sudut timur dan 4 di sudut barat. Sebuah ruangan yang agak lapang terdapat di sudut utara yang disebut fajwah dalam Al Quran. Sebuah lubang terowongan vertikal berdiameter 60 cm sepanjang 4 m, menghubungkannya dengan lantai masjid di atas gua. Ada tujuh buah tiang masjid bergaya Romawi dan dua tiang lagi di pintu gua berasal dari abad ke-3 Masehi. Ditemukan juga beberapa mata uang tembaga dan perak dari zaman Romawi, Byzantium, Umayyah, Abasiyyah, dan Usmaniyyah.
Ada sumur dan kendi kuno untuk berwudlu, tengkorak manusia dan anjing serta sebatang pohon zaitun purba di halaman gua. Di tahun 1960, Abu Ala al-Maududi, pimpinan Jamaat Islami Pakistan mengunjungi gua tersebut.
    Kini situs itu sudah menjadi obyek kunjungan peziarah dan di depannya dipasang papan nama CAVE OF THE SEVEN SLEEPERS. Lokasinya tidak lagi terpencil di luar kota, tetapi sudah berada kawasan industri yang sibuk.
   Penemuan itu membuktikan kebenara Al-Qur’an dan memancing perhatian kepada dua hal. Hal pertama tentang pengaruh gua bagi keawetan tubuh manusia tanpa balsem. Di Amerika Serikat, saat ini sudah ada lembaga yang menerima order khusus bagi orang yang mayatnya diawetkan. Mereka harus membayar mahal untuk ditempatkan dalam tabung dengan temperatur mi nus 2730C supaya organ-organ tubuhnya tetap awet selama seratus tahun. Dengan harapan, kelak saat  itu ditemukan teknologi menghidupkan orang mati.  Suatu investasi untung-untungan, tetapi bukan mustahil.
Hal kedua, tentang  lompatan waktu. Fenomena tidur 309 tahun serasa sehari adalah menggambarkan relativitas waktu, sebagaimana teori Albert Einstein. Teori relativitas mengatakan bahwaa waktu berjalan lebih lambat bagi benda yang sedang mengalami akselerasi/percepatan sehingga seorang astronot yang pergi ke ruang angkasa selama setahun menurut perhitungan jamnya. waktu mendarat kembali akan menjumpai saudara kembarnya sudah tua karena bagi orang bumi, waktu sudah berjalan dua puluh tahun sejak roket berangkat. Bagi pemuda Ashabul Kahfi rasanya hanya tidur sehari atau setengah hari, tetapi di luar gua, waktu berjalan normal.
  Ada teori lain yang dinamakan Folding Time and Space yang dikemukakan oleh Peter Lorie dan Sidd Murray Clark dalam bukunya History of the Future. Teori ini menyatakan bahwa waktu dan ruang itu bisa dilipat-lipat seperti akordeon. Atau seperti halaman dalam buku yang diberi nomor unit untuk dibaca berurutan secara normal, namun, bila sedang ditutup, halaman 1 dan halaman 40 berhimpit sedemikian rapatnya sehingga jaraknya hampir nol. Melompat dari halaman ke halaman yang jauh pun bisa dilakukan dalam sedetik. Mengembara dari masa lalu ke masa depan dan kembali lagi, bukan masalah. Ilmuwan lain, David Bohm, menjelaskan teori tersebut secara sederhana. Alam semesta menempati dan memenuhi ruang tiga dimensi, tetapi karena manusia hanya bisa menangkap, mengindrai bidang dua dimensi, seluruh titik yang ada di ruang tadi muncul dalam bidang tersebut. Titik yang jauh akan lebih samar-samar dan titik dekat akan lebih tegas.
Hal yang sama tentang waktu, seluruh waktu, masa lalu, saat ini, dan masa depan, sebenarnya ada pada saat ini. Saat yang telah lama silam agak kabur remang-remang. juga masa depan yang masih jauh. Tetapi kemarin dan besok pagi akan tampak terang dan tajam. Ini menjawab teka-teki peristiwa Isra' Mi'raj di mana Nabi Muhammad saw. shalat bersama-sama para nabi yang sudah lama wafat. Mudah dimengerti bila kita bayangkan tahun hidup dan daerah tempat tinggal para Nabi tersebut sebagai halaman kertas yang dilipat menjadi berimpit. Subhanallah. Bukankah itu yang Allah isyaratkan dalam Surat Al Kahfi?. Bahwa perjalanan antar zaman itu tidak mustahil. Coba kita simak firman Allah dalam surat Al Kahfi (18) ayat 9, Apakah engkau kira, kisah penghuni gua dan raqim, adalah ayat-ayat Kami yang ajaib?

   Pertanyaan Allah ini menggelitik. Karena tidur 309 tahun bagi kita saat ini memang sesuatu ajaib. Tetapi Allah seolah-olah  membuka rahasia hal itu sebetulnya tidak begitu ajaib. Kelak kalian juga bisa melakukannya.
    Kemudian ayat ke-22 yang bunyinya, Nanti akan berkata bahwa jumlahnya tiga orang, empat anjingnya. Yang lain berkata ada lima orang, enam anjingnya yang hilang. Dan ada lagi yang akan berkata  tujuh orang, delapan dengan anjingnya. Katakan, "Tuhanku tahu jumlah mereka." 'Tidak ada yang tahu jumlah mereka kecuali sedikit....
Berarti tidak mustahil manusia bisa mengengetahui  jumlah bilangan pemuda dan anjingnya. Kata "illa qolila  kecuali sedikit-mengisyaratkan   bahwa untuk  mengetahuinya harus melalui  riset penelitian dengan payah, mengerahkan dana dan daya. Begitu kira-kira Allah. Apabila bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dikembangkan dengan sepenuhnya, manusia akan mencapai kemampuan-kemampuan yang tak terbayar saat ini. Berbagai hal yang dulu disebut mukjizat, karomah dan ajaib, kelak akan menjadi barang lumrah. Wallohu a'lam.

 (Dicopi dari Buku Percikan Sains Dalam Al-Qur'an : Bambang Pranggono, 2010)


Kamis, 26 Januari 2012

Ternyata Tuhan Memisterikan Lokasi Masjid Al Aqsha


Tulisan dibawah ini diambil 
dari buku "Percikan Sains Dalam Al Quran : Menggali Inspirasi llmiah / H. Bambang Pranggono; editor, Dini Handayani -Bandung: Khazanah Intelektual, 2006" tanpa ditambah dan dikurangi

"MENYINGKAP MISTERI ISRA'" 

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ 
Mahasuci Allah yang memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram Ke Masjidil Aqsa yang Kami berkati sekitarnya. Supaya Kami tampakan padanya ayat-ayat Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat. (Q.S. Al Israa' 17: 1)

Kisah Isra' dan Mi'raj yang berlangsung 14 abad yang lalu, tetap menyisakan misteri sampai sekarang. Walaupun dari aspek teknologi, beberapa hal bukan lagi merupakan mukjizat. Misalnya soal Isra', yakni perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa pulang pergi dalam semalam. Dahulu hal itu dianggap tidak masuk akal karena dengan unta pun, perjalanan memakan waktu sebulan sehingga didustakan oleh penduduk Mekah. Saking mustahilnya, para ulama tatsir sampai berselisih pendapat. Sebagian mengatakan bahwa yang berjalan itu hanya roh Rasulullah saw. Yang lain meyakini bahwa perjalanan itu dilaksankan lengkap jasmani dan rohani. Kini, kontroversi itu tidak perlu lagi, sebab dengan pesawat jet kita bisa beberapa kali puluh pergi karena jaraknya hanya 1235 km. Walhasil teknologi bisa mematahkan argumen penolakan orang kafir.

Namun, dari sisi lain, teknologi juga bisa mementahkan mukjizat. Artinya, perjalanan Isra' NuM Muhammad saw. secara teknologi tidak istimewa, sebab manusia biasa juga bisa. Keanehan kisah Isra' adalah tentang waktu kejadiannya. Kebanyakan ahli sejarah sepakat bahwa peristiwa itu terjadi pada 'amul hozan, tahun dukacita, yaitu tahun wafatnya istri dan paman Nabi saw., Siti Khadijah r.a. dan Abu Thalib. Jadi, Isra' berlangsung sebelum Rasulullah saw. hijrah ke Madinah, artinya sebelum 621 M. Waktu itu Masjidil Haram masih berupa tanah lapang terbuka di sekeliling bangunan Ka'bah, belum ada bangunan masjidnya. Di Jerusalem juga pada tahun itu tidak ada bangunan masjid apa-apa. Masjidil Aqsa yang kita kunjungi saat ini dibangun oleh Khalifah Walid bin Abdul Malik pada tahun 715 M, hampir seratus tahun setelah peristiwft Isra' Mi'raj.

Ketika Umar bin Khattab r.a. sampai lokasi itu di tahun 636 M, empat tahun setelah wafatnya Rasulullah saw., dulu hanya menemukan lapangan berisi puing-puing yang ditumbuhi rumput liar. Jadi, di mana Nabi Muhammad saw shalat bersama nabi-nabi lain waktu Isra'.' Di tanah lapangang Tidak mungkin, sebab dalam hadis diriwayatkan, waktu Nabi saw. menyampaikan kisah Isra' orang Mekah menguji dengan menanyakan berapa jumlah tiang Masjidil Aqsa dan Nabi Muhammad saw. menjawab dengan tepat. Jadi, harus ada bangunan dengan tiang.

Ada beberapa hipotesis, (1) Isra' berlangsung hanya roh saja, seperti impian yang benar, ruyah shodiqoh, yang sering juga dialami oleh Nabi dan orang-orang saleh. Tetapi ini berarti Isra' bukan mukjizat. (2) Isra' dengan jasmani, tetapi bukan ke Jerusalem. Mungkin ke masjid yang jauh dari Mekah. Masjidil Aqsa artinya masjid yang terjauh. (3) Isra' memang ke Jerusalem tetapi lokasinya yang tepat masih harus disurvei dan diteliti lagi secara intensif oleh arkeolog Muslim. Mungkin bukan di lokasi masjid yang sekarang disebut Al Aqsa, sebab pada tahun 600-an jelas hanya berupa lapangan kosong. (4) Isra' adalah fenomena perjalanan antar waktu. Rasulullah saw. dalam semalam bukan hanya menembus jarak Mekah-Jerusalem, tetapi juga menembus waktu mundur ke tahun 950 sebelum Masehi. Pada zaman itu, di Jerusalem memang ada bangunan ibadah megah yang dinamai haikal dan dibangun oleh Nabi Sulaiman a.s.

Di samping itu, masih ada tanda tanya berkaitan dengan Surat Al Israa' (17) ayat 1, ..menuju Masjidil Aqsa yang telah Kami berkati di sekelilingnya.

Di sebelah mana yang diberkati? Di sekeliling Masjidil Aqsa orang Islam ditembaki oleh tentara Israel. Atau orang Israel yang terbunuh oleh bom syahid pejuang Palestina. Darah tertumpah setiap hari. Rumah-rumah orang Islam dibuldozer. Remaja intifadah melempar batu, dibalas rentetan peluru. Ternyata, hal ini sudah berlangsung selama ribuan tahun.

Lihatlah derita Jerusalem dari abad ke abad. Tahun 587 SM, Jerusalem dihancurkan oleh Nebukadnezar dari Babilonia. Tahun 538 SM, diduduki oleh Cyrus. Tahun .39 SM, diserbu oleh Alexander The Great. Tahun 198 SM direbut oleh Antiochus III raja Syria. Tahun 168 SM Antiochus Epiphanes meruntuhkan tembok kota. Tahun 63 SM, Pompeii, Kaisar Romawi menduduki kota. Tiga puluh tahun setelah Nabi Isa a.s. wafat, orang Yahudi memberontak kepada penjajah Romawi, dan ditumpas dengan bengis oleh Kaisar Titus, Jerusalem diratakan dengan tanah.

Tahun 132 M, Kaisar Hadrian mendirikan kuil-kuil dewa Yunani di atas reruntuhan gereja Kristen dan sinanog Yahudi. Tahun 330 M, Konstantin, seorang Kaizar Byzantium, membangun kembali kota Kristen di Jerusalem, hanya untuk dihancurkan lagi oleh Kerajaan Persia tahun 614 M. Tahun 636 M Jerusalem menyerah tanpa pertumpahan darah kepada Tentara Islam di bawah Umar bin Khattab r.a. Damailah Jerusalem selama 400 tahun.

Pada tahun 1009 M, Khalifah al-Hakim dari dinasti Fatimiyah Mesir menghancurkan gereja-gereja, sehinngga mengobarkan perang salib dan Jerusalem direbut oleh tentara salib dari Eropa. Mereka mengubah Masjidil Aqsa menjadi gereja. Tahun 1187 M Sultan Shalahuddin 'Al Ayubi merebut lagi Jerusalem. Tetapi tahun 1400 M, Timur Lenk dari Mongolia menghancurkan Jerusalem. Tahun 1517 M Kerajaan Utsmaniyah dari Turki menduduki kota itu sampai tahun 1917 M, ketika pasukan sekutu perang dunia kesatu menang dan menduduki Jerusalem. Tahun 1947 M negara Israel berdiri dan Jerusalem dibelah dua. Tahun 1967 M pecah perang enam hari Arab-Israel. Kota Jerusalem diduduki penuh oleh Israel.

Tahun 1973 M, meletus lagi perang 16 hari Arab-Israel. Pada tahun 1987 M, gerakan intifadah dimulai di Nablus dan Ramallah. Berjalan kaki mengelilingi Jerusa¬lem seakan-akan berjalan melintasi lautan darah manusia. Pedang telah menghilangkan ribuan nyawa penduduk kota ini. Pertempuran-pertempuran yang berlangsung di gerbang kota ini lebih banyak daripada kota-kota lain di seluruh dunia. Jerusalem sepanjang sejarah merupakan kota teror, perang, dan pertumpahan darah. Sayangnya, sebagian besar pertempuran itu tidak dalam rangka membela kebenaran agama. Banyak yang karena perebutan kekuasaan saja. Tidak seperti namanya, Al Quds, kesucian. Atau nama Ibraninya, Yerushalaym, kota perdamaian.

Kalau begitu, berkat Allah dalam bentuk apa yang ada di sekitar Masjidil Aqsa? Kemungkinannya ada dua, (1) Kita harus berani merevisi makna berkah. Definisi berkah tidaklah harus berbentuk kedamaian atau ketenangan, tetapi bisa saja pertumpahan darah bila perlu. (2) Kita harus berani merevisi lokasi Masjidil Aqsa. Kalau berkah masih harus diartikan secara konvensional, yakni kedamaian, Masjidil Aqsa yang diberkahi Allah mungkin bukan yang di Jerusalem. Kita wajib menyakini peristiwa Isra' yang difirmankan oleh Allah dan disabdakan oleh Rasul-Nya, tetapi soal lokasi Masjidil Aqsa yang benar masih bisa dibahas karena bukan tergolong masalah akidah. Para ahli arkeologi Muslim masih bisa berperan di sini. Memang, Surat. Al Israa' masih menyimpan misteri. Wallahu a'lam

Rabu, 29 Juni 2011

Komunitas Warteg dan Konversi ke LPG

Kamis, 23 Juni 2011 pukul 08:11:00

Pengusaha Warteg Tolak Kenaikan LPG

Citra Listya Rini

JAKARTA - Pengusaha rumah makan warung tegal (warteg) menolak rencana kenaikan harga jual LPG kemasan tabung 12 kilogram (kg). Hal itu disampaikan Ketua Komunitas Warteg Kalimatun Sawa Mukroni seusai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (22/6).

"Kami protes dan menolak kalau harga LPG 12 kg naik," kata Mukroni. Kenaikan tersebut, menurutnya, akan berdampak pada sekitar 30 ribu warteg yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Dari 30 ribu warteg tersebut, Mukroni mengungkapkan, hanya 10 persen yang menggunakan LPG 12 kg. "Karena 90 persen warteg itu menggunakan LPG kemasan tiga kilogram," ujar Mukroni.

Masih sedikitnya warteg yang menggunakan LPG 12 Kg, diakui Mukroni, karena harganya yang mahal. Namun, dia mengutarakan, jika LPG kemasan 12 kg diberikan subsidi, komunitas warteg akan menggunakannya.

PT Pertamina (Persero) tengah melakukan kajian untuk kembali mengevaluasi harga jual LPG nonsubsidi yang terdiri atas LPG 12 kg, 50 kg, dan bulk. Terakhir kali Pertamina menaikkan harga LPG 12 kg pada 6 Februari 2010, dari Rp 5.850 per kg menjadi Rp 5.950 per kg.

Sejak itu, Pertamina belum pernah lagi menaikkan harga LPG 12 kg. Pertamina memperkirakan hingga akhir tahun ini akan mengalami kerugian sekitar Rp 4,7 triliun bila tidak ada penyesuaian harga jual LPG 12 kg.

Menanggapi masukan dari komunitas warteg se-Jabodetabek, pimpinan rapat Komisi VII DPR RI Zainudin Amali mengatakan akan menindaklanjutinya. "Kami menampung pendapat Saudara (komunitas warteg) dan akan disampaikan dalam rapat dengan pemerintah dan Pertamina," ujarnya.

Hingga saat ini, Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, dan Kementerian Ke uangan masih mema tangkan rencana kenaikan harga jual LPG ini. Dalam waktu dua hari ke depan konsep akhir ke naikan LPG bisa diselesaikan.

ed: nidia zuraya

Sumber : http://koran.republika.co.id/koran/0/137578/Pengusaha_Warteg_Tolak_Kenaikan_LPG

Chump2 (kaskuser) - 07/06/2011 08:15 PM

DPR Awasi Konversi Minyak Tanah ke Gas

"Jakarta - ketua Panitia Kerja konversi minyak tanah ke gas LPG DPR Zainudin Amali menegaskan DPR akan terus mengawasi program tersebut agar bisa dilaksanakan oleh pemerintah sampai tuntas karena bisa menghemat keuangan negara hingga Rp33,3 triliun.

"Komisi VII telah membentuk panja konversi minyak tanah ke LPG untuk mengawasi jalannya kebijakan ini hingga tuntas," kata Zainuddin Amali saat seminar "Rekam Jejak Perjalanan Program Minyak Tanah ke LPG Menuju Ketahanan Energi" di Jakarta, Selasa.

Seminar tersebut juga menghadirkan pembicara Ketua Komunitas Warteg, Kalimatun Sawa, serta Direktur Hilir Kementerian ESDM Saryono Hadiwidjoyo.

Lebih lanjut Zainudin menjelaskan bahwa tidak mudah untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang telah lama terbiasa menggunakan minyak tanah.

Hingga saat ini dalam hitungan yang ada konversi minyak tanah ke LPG tersebut setidaknya telah bisa menghemat dana subsidi hingga Rp33,3 triliun per tahun. Konversi sudah bisa dilaksanakan di 28 provinsi di Indonesia.

"Untuk sosialisasinya memang menjadi tanggung jawab pemerintah, namun pada kenyataannya PT Pertamina yang menjalankan sosialisasi tersebut sehingga jika ada masalah masyarakat langsung menunjuk PT Pertamina," kata Zainudin.

Karena itu, tambah Zainudin, panja mendorong pemerintah yang bertanggung jawab atas program ini untuk langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara masif.

Sementara itu Direktur Hilir Kementerian ESDM Saryono Hadiwidjoyo mengatakan, pemerintah memiliki target ketahanan energi hingga tahun 2025 dengan melakukan diversifikasi energi.

"Program konversi minyak tanah ke LPG ini salah satu poin utama diversifikasi energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM sehingga tercapai ketahanan energi nasional," kata Saryono.(*)"

SUMBER:"http://www.antaranews.com/berit a/261920/dpr-awasi-konversi-min yak-tanah-ke-gas"

Sumber :
http://m.kaskus.us/thread/9022305

Daerah terpencil masih dapat jatah minyak tanah

Daerah terpencil masih dapat jatah minyak tanah

Oleh Vega Aulia Pradipta

Published On: 07 June 2011

JAKARTA : Pemerintah memastikan tetap akan menyediakan minyak tanah bersubsidi untuk wilayah Indonesia Timur terutama di daerah terpencil, mengingat keterbatasan infrastruktur penyediaan gas elpoji 3 kilogram di wilayah itu.

Direktur Hilir Migas pada Ditjen Migas Kementerian ESDM Saryono Hadiwijoyo mengatakan dari program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg, pemerintah menargetkan adanya pengurangan konsumsi minyak tanah dari yang sebelumnya 9,9 juta KL menjadi 2 juta KL.

Jumlah minyak tanah sebesar 2 juta KL tersebut akan tetap disediakan untuk memenuhi kebutuhan minyak tanah di wilayah Indonesia Timur seperti NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

“Untuk Indonesia Timur akan tetap dipertimbangkan program konversi untuk kota-kota besarnya seperti Ambon dan Sorong. Kalau yang agak remote itu pembangunan infrastrukturnya agak sulit, jadi mungkin itu akan tetap diberi minyak tanah bersubsidi yang besarnya sekitar 2 juta KL atau 2,1 juta KL,” ujarnya dalam Seminar Nasional Konversi Minyak Tanah ke LPG hari ini.

Sejak program konversi digulirkan pada 2007, pemerintah menargetkan pendistribusian paket perdana tabung gas 3 kg sebanyak 42 juta.

Namun seiring dengan pertumbuhan penduduk, sekarang target itu menjadi 52,9 juta paket yang diperkirakan selesai pada 2011-2012. Hingga akhir April 2011, paket yang sudah didistribusikan sekitar 49 juta.

“Rencananya 52,9 juta, mudah-mudahan itu tercapai. Target pendistribusian selesai pada 2011 atau 2012 awal,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Komunitas Warteg Kalimatun Sawa Mukroni mengatakan program konversi ini sangat bermanfaat bagi kalangan pengusaha warteg dan pedagang makanan lokal lainnya. Komunitas Warteg Kalimatun Sawa mewadahi sekitar 25.000 pengusaha warteg dan penjual makanan seperti empek-empek, bubur ayam dan pecel lele di wilayah Jabodetabek. (arh)

Sumber:
http://www.bisnis.com/infrastruktur/energi/26305-daerah-terpencil-masih-dapat-jatah-minyak-tanah

Pemerintah Didesak Secepatnya Atasi Dugaan Kecurangan Agen LPG

Fajar Sudrajat

Jakarta - Perwakilan pengusaha warteg meminta pemerintah untuk segera mengatasi dugaan kecurangan agen LPG yang mengurangi isi gas sehingga cepat habis dari masa pakai seharusnya.

Ketua Komunitas Warteg Kalimatun Sawa Mukroni telah mewakili pengusaha warteg yang mengeluhkan isi gas dalam LPG cepat habis.

"Mungkin kadang kala kok dipakai cepat abis,” katanya di Jakarta di Jakarta, Selasa (7/6/2011).

Dia telah mengatakan pengusaha warteg juga menginginkan pemerintah agar membuat standar yang jelas dan menyalurkan LPG dengan benar.

Ia mengakui pengelola warteg bisa meraup keuntungan lebih banyak dengan menggunakan LPG 3 kilogram dibanding jika mereka masih memakai minyak tanah.

Ia menjelaskan memasak menggunakan LPG 3 kg biayanya lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan minyak tanah. "Apabila beli minyak tanah 6 liter bisa mencapai Rp 36.000, (sedangkan bila) menggunakan LPG 3 kg bisa hemat separuhnya,” katanya.

Tak hanya pengusaha warteg, LPG juga membuat pemerintah bisa menghemat anggaran negara.
Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (Migas) pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Saryono mengatakan penghematan program konversi minyak tanah ke LPG 3 kg pada April mencapai Rp 6,7 triliun.

"Sedangkan akumulasi penghematan (bersih) konversi mitan ke LPG dari 2007 hingga 30 April 2011 mencapai Rp 33,3 triliun," katanya.

(wln/wln)
Sumber :
http://m.today.co.id/index.php?kategori=ekonomi&sub=energi&detail=36895

DPR Awasi Konversi Minyak Tanah ke Gas

Selasa, 7 Juni 2011 19:42 WIB | Dibaca 892 kali

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Panitia Kerja konversi minyak tanah ke gas LPG DPR Zainudin Amali menegaskan DPR akan terus mengawasi program tersebut agar bisa dilaksanakan oleh pemerintah sampai tuntas karena bisa menghemat keuangan negara hingga Rp33,3 triliun.

"Komisi VII telah membentuk panja konversi minyak tanah ke LPG untuk mengawasi jalannya kebijakan ini hingga tuntas," kata Zainuddin Amali saat seminar "Rekam Jejak Perjalanan Program Minyak Tanah ke LPG Menuju Ketahanan Energi" di Jakarta, Selasa.

Seminar tersebut juga menghadirkan pembicara Ketua Komunitas Warteg, Kalimatun Sawa, serta Direktur Hilir Kementerian ESDM Saryono Hadiwidjoyo.

Lebih lanjut Zainudin menjelaskan bahwa tidak mudah untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang telah lama terbiasa menggunakan minyak tanah.

Hingga saat ini dalam hitungan yang ada konversi minyak tanah ke LPG tersebut setidaknya telah bisa menghemat dana subsidi hingga Rp33,3 triliun per tahun. Konversi sudah bisa dilaksanakan di 28 provinsi di Indonesia.

"Untuk sosialisasinya memang menjadi tanggung jawab pemerintah, namun pada kenyataannya PT Pertamina yang menjalankan sosialisasi tersebut sehingga jika ada masalah masyarakat langsung menunjuk PT Pertamina," kata Zainudin.

Karena itu, tambah Zainudin, panja mendorong pemerintah yang bertanggung jawab atas program ini untuk langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara masif.

Sementara itu Direktur Hilir Kementerian ESDM Saryono Hadiwidjoyo mengatakan, pemerintah memiliki target ketahanan energi hingga tahun 2025 dengan melakukan diversifikasi energi.

"Program konversi minyak tanah ke LPG ini salah satu poin utama diversifikasi energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM sehingga tercapai ketahanan energi nasional," kata Saryono.(*)
(T.J004/S024)

SUMBER :
http://m.antaranews.com/berita/261920/dpr-awasi-konversi-minyak-tanah-ke-gas

Detikforum > Komunitas > Berita Sekitar

Penggunaan LPG Subsidi Mencapai Rp 45,3 Triliun

12:10 8th June 2011

JAKARTA-Penggunaan Liquified Petroleum Gas (LPG) di Indonesia sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga dan industri masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara tetangga.

Misalnya di Malaysia, penduduknya sudah mengonsumsi LPG sekitar 5 persen dari jumlah penduduk. Sementara penduduk di Indonesia pada tahun 2007, sebelum dilakukan konversi minyak tanah (mitan) ke LPG baru sekitar 0,5 persen yang mengkonsumsi LPG.

Seperti yang diketahui, sebagian besar energi yang digunakan oleh rumah tangga di Indonesia saat ini adalah minyak tanah. Penggunaan minyak tanah sebagai sumber energi untuk rumah tangga atau industri kecil, yang masih perlu mendapatkan subsidi, lebih kurang 12 juta kiloliter per tahun.

Konversi terus dilakukan karena pada awalnya pemerintah menyadari kebutuhan minyak tanah terus meningkat. PT. Pertamina Persero sebagai operator juga menyadari dan mendukung pemerintah terkait beban subsidi yang ditanggung. Sosialisasi secara resmi dari pemerintah akan membantu mendorong secara signifikan peningkatan konsumsi LPG. Bagaimana Perjalanan Program Konversi Minyak Tanah-LPG Menuju Ketahanan Energi Nasional?

Program konversi minyak tanah ke tabung gas LPG 3 kg ternyata membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Khususnya bagi masyarakat yang suka memasak, tabung LPG 3 kg memberikan kepraktisan dan keefisienan bagi mereka.

Memasak makanan dengan LPG tidak membuat makanan menjadi bau seperti memasak dengan minyak tanah. “Sangat banyak manfaatnya, masakan tidak bau,” ujar pengusaha warteg dalam seminar Rekam Jejak Perjalanan Program Konversi Minyak Tanah-LPG Menuju Ketahanan Energi Nasional di Jakarta.

Bagi pengusaha warteg, penggunaan LPG membuat mereka tidak lagi harus menunggu tukang minyak tanah untuk memasak. Usaha warteg yang dilakukannya tidak perlu terhalang tidak adanya minyak tanah.

Manfaat lainnya yang diperoleh, anak-anak yang bantu jualan sekarang bersih-bersih, bisa berhias diri, tidak lagi megang minyak. Suami istri juga harmonis, menjadi lebih mesra karena rumahnya tidak bau lagi.

Dari segi biaya, warteg pun juga mendapat keuntungan dari konversi minyak tanah ke LPG tabung 3 kg. Bila sebelumnya memasak membutuhkan 6 liter minyak tanah. Itu sama dengan kebutuhan satu tabung LPG 3 kg.

Harga minyak tanah seliter mencapai sekitar Rp6.000. Maka untuk kebutuhan memasak membutuhkan Rp 36 ribu untuk minyak tanah. Bandingkan dengan harga tabung LPG 3 kg yang sekitar Rp13-18 ribu, jadi ini kita bisa menghemat hampir separuhnya.

Penghematan bagi anggaran dan subsidi negara diketahui bahwa akumulasi penghematan yang didapat pemerintah dari konversi minyak tanah ke LPG setelah dikurangi biaya konversi sejak tahun 2007 sampai April 2011 lalu mencapai Rp 33 triliun.

Penghematan subsidi pun mencapai Rp 45,3 triliun selama hampir 4 tahun konversi minyak tanah ke LPG. Program pengalihan mitan (minyak tanah) ke LPG merupakan salah satu cara mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak sehingga tercapainya ketahanan energi nasional.

SUMBER :
http://m.forum.detik.com/showthread.php?p=13378651