Langsung ke konten utama

Postingan

Ternyata Tuhan Memisterikan Lokasi Masjid Al Aqsha

Tulisan dibawah ini diambil dari buku "Percikan Sains Dalam Al Quran : Menggali Inspirasi llmiah / H. Bambang Pranggono; editor, Dini Handayani -Bandung: Khazanah Intelektual, 2006" tanpa ditambah dan dikurangi"MENYINGKAP MISTERI ISRA'"  سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ Mahasuci Allah yang memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram Ke Masjidil Aqsa yang Kami berkati sekitarnya. Supaya Kami tampakan padanya ayat-ayat Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat. (Q.S. Al Israa' 17: 1)
Kisah Isra' dan Mi'raj yang berlangsung 14 abad yang lalu, tetap menyisakan misteri sampai sekarang. Walaupun dari aspek teknologi, beberapa hal bukan lagi merupakan mukjizat. Misalnya soal Isra', yakni perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa pulang pergi dalam semala…

Komunitas Warteg dan Konversi ke LPG

Kamis, 23 Juni 2011 pukul 08:11:00

Pengusaha Warteg Tolak Kenaikan LPG

Citra Listya Rini

JAKARTA - Pengusaha rumah makan warung tegal (warteg) menolak rencana kenaikan harga jual LPG kemasan tabung 12 kilogram (kg). Hal itu disampaikan Ketua Komunitas Warteg Kalimatun Sawa Mukroni seusai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (22/6).

"Kami protes dan menolak kalau harga LPG 12 kg naik," kata Mukroni. Kenaikan tersebut, menurutnya, akan berdampak pada sekitar 30 ribu warteg yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Dari 30 ribu warteg tersebut, Mukroni mengungkapkan, hanya 10 persen yang menggunakan LPG 12 kg. "Karena 90 persen warteg itu menggunakan LPG kemasan tiga kilogram," ujar Mukroni.

Masih sedikitnya warteg yang menggunakan LPG 12 Kg, diakui Mukroni, karena harganya yang mahal. Namun, dia mengutarakan, jika LPG kemasan 12 kg diberikan subsidi, komunitas warteg akan menggunakannya.

PT…

Suku Maya dan Piramidanya

Terkuak, Rahasia Makam Kuno Suku Maya Di balik makam kuno Suku Maya

Elin Yunita Kristanti | Sabtu, 25 Juni 2011, 17:52 WIB

VIVAnews - Apa isi sebuah makam kuno Suku Maya yang tertutup selama 1.500 tahun, akhirnya terkuak. Meski para peneliti tak bisa masuk ke dalamnya, dari celah yang besarnya tak seberapa, 15 x 15 sentimeter, kamera kecil dimasukkan --dan mengungkap rahasia di dalamnya.

Makam tersebut berada di Palenque --sebuah komplek reruntuhan di negara bagian Chiapas, Meksiko.

Menurut National Institute of Anthropology and History (INAH), sejatinya makam tersebut ditemukan pada 1999 --berada di bawah sebuah bangunan yang dinamakan Kuil XX.

Namun, apa daya, para peneliti tak bisa masuk. Sebab, piramida yang ada di atas kamar makam tidak stabil. Tindakan nekat menerobos ke makam tersebut, dikhawatirkan justru akan merusak mural yang ada di dalamnya.

Kamera mengungkap, makam tersebut berbentuk kamar-kamar dicat merah darah, didekorasi dengan lukisan sembilan figur berwarna hita…

Warteg dan Konversi Gas

Enaknya Pakai Tabung Gas 3 Kg
MEDIA INDONESIA ::⁠ 09 Juni 2011

DI balik kisah ledakan tabung gas yang selama ini kerap diberitakan, sebagian masyarakat tetap menganggap program konversi minyak tanah ke tabung gas elpiji 3 kg telah membawa manfaat.

Khususnya bagi masyarakat yang suka memasak dan pemilik warung makan skala kecil, tabung elpiji 3 kg dirasakan memberi banyak kepraktisan dan keefisienan. Mereka menilai konversi ke elpiji terlambat dilakukan.

"Konversi minyak tanah ke elpiji seharusnya dilakukan sejak lama karena sebenarnya elpiji lebih memiliki banyak manfaat daripada minyak tanah," kata Ketua Komunitas Warteg Kalimatun Sawa Mukroni saat menjadi pembicara dalam seminar Rekam Jejak Perjalanan Program Konversi Minyak Tanah-elpiji Menuju Ketahanan Energi Nasional, di Jakarta, Selasa (7/6). Alasannya sederhana.

Salah satunya, kata Mukroni, memasak dengan elpiji tidak membuat makanan menjadi bau, seperti halnya bila memasak dengan minyak tanah. Tidak cuma itu, pemaka…