Header

Kamis, 07 Agustus 2014

Ternyata Ada Dua Daud Sebagai Penerima Zabur dan Daud Yang Mengalahkan Jalut

Daud Alaihi Salam tersebut 16 ayat dalam Al qur'an


1. Daud mengalahkan Jalut (Daud setelah Musa)

251. Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah, (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam. (QS. Al-Baqoroh (2) : 251)

Daud membunuh jalut dan memerintah negeri setelah meninggalnya Thalut

2. Daud menerima Zabur (Daud sebelum Ibrahim)

163. Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma`il, ishak, Ya`qub dan anak cucunya, `Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (QS. An-Nisa (4) : 163)

Zabur apa identik atau sama dengan wahyu atau pengecualian dari wahyu ?
Zabur turun sebelum Taurat (sebelum Ibrahim)
Berturut-turut dari silsilah paling atas yaitu : Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya
Berturut-turut dari silsilah paling bawah Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman (Harun adalah saudara Musa)

3. Daud melaknati Bani Israel 

078. Telah dila`nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (QS. Al-Maidah (5) : 78)

Bani Israel hidup dalam zaman dan tempat bersamaan dengan Daud dan Isa
Bani Israel selalu durhaka (Assu) dan melampaui batas

4. Daud mendapat anugerah

084. Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya`qub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, (QS. Al-Anaam (6) : 84)

Nuh dan keturunannya : Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun
Ibrahim dan keturunannya : Ishak dan Ya’qub

5. Daud menerima kelebihan

055. Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan kami berikan Zabur (kepada) Daud. (QS. Al-Israa’ (17) : 55)

Daud menerima kelebihan dibandingkan kepada nabi-nabi lain
Daud menerima Zabur

6. Daud memutuskan masalah kaumnya

078. Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu, (QS. Al-Anbiyaa’ (21) : 78)

Masalah kaumnya yaitu ada di tanaman dan kambing

7. Daud menundukan gunung dan burung

079. maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya. (QS. Al-Anbiyaa’ (21) : 79)

Daud dianugerahi hikmah dan ilmu


8. Daud dianugerahi ilmu

015. Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambaNya yang beriman". (QS. An-Naml (27) : 15)

Daud bersyukur atas dilebihkannya dari hamba-hambanya yg beriman

9. Daud diberi segala sesuatu dan pengertian suara burung

016. Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata".  (QS. An-Naml (27) : 16)

Segala sesuatu di negeri gemah ripah loh jinawe

10. Daud diberi karunia menundukan gunung dan burung (Daud bapaknya Sulaiman)

010. Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman): "Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud", dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (QS. Saba (34) : 10)

Daud diberi karunia menundukan gunung-gunung dan burung serta diberi karunia untuk melunakan besi

11. Keluarga Daud terus bersyukur (Daud bapak Sulaiman)

013. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih. (QS. Saba (34) : 13)

Sulaiman keluarga Daud menundukan jin untuk membuat gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang seperti kolam

12. Daud mempunyai kesabaran dan kekuatan

017. Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). (QS. Shaad (38) : 17)

Daud bersabar atas olok-olokan kaumnya, dan dengan kesabaran dan taat kepada Tuhannya Daud mempunyai kekuatan


13. Daud merasa terkejut dalam dunia pertanian dan peternakan

022. Ketika mereka masuk (menemui) Daud lalu ia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu merasa takut; (kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat zalim kepada yang lain; maka berilah keputusan antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus. (QS. Shaad (38) : 22)

Daud diharapkan memutuskan perkara dengan adil dan bijaksana

14. Daud bertaubat dan bersujud dan minta ampun

024. Daud berkata: "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini". Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat. (QS. Shaad (38) : 24)

Orang-orang berserikat berbuat zalim terhadap sesamanya

15. Daud menjadi khalifah yang adil

026. Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (QS. Shaad (38) : 26)

Daud menjadi pemimpin yang adil Tidak mengikuti hawa nafsu

16. Daud dikaruniai Sulaiman 

030. Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat ta`at (kepada Tuhannya). (QS. Shaad (38) : 30)

Daud dikaruniai putra yang baik dan taat ibadah yaitu Sulaiman

  1. DAUD PENERIMA ZABUR
  2. ZABUR KITAB TUA SEBELUM TAURAT DAN INJIL SERTA AL-QUR'AN
  3. AL-QUR'AN DAN INJIL SERTA TAURAT YANG MEMISAH DARI ZABUR
  4. INJIL DALAM AYAT-AYAT ALQUR'AN
  5. TAURAT DALAM AYAT-AYAT AL-QUR'AN

Senin, 26 Maret 2012

TIDUR 309 TAHUN


TIDUR 309 TAHUN


Dan mereka tinggal di dalam gua tiga ratus tahun di tambah Sembilan  (QS. Al-Kahfi 18: 25)

Ada perintah Rasulullah saw. yang sudah mulai jarang dilaksanakan karena tergusur acara sinetron dan kuis televisi, yakni membaca sebuah surat di dalam Al- Quran, Al Kahfi, di malam dan siang hari Jumat. Al Kahfi  artinya gua, karena dari ayat 9 sampai ayat 26 mengandung  kisah tentang para pemuda penghuni gua -ashabul kahfi yang berlindung di dalam gua untuk menghindari kejaran  penguasa kafir yang mau memaksa mereka murtad.
Mereka merasa hanya tidur sehari atau setengah  hari padahal ternyata telah berlangsung 309 tahun lamanya. Ki tab-kitab tafsir hanya membahasnya sebagai mukjizat Ilahi karena menceritakan hal-hal yang aneh. Namun, dari kacamata pengetahuan, kisah tidur 309 tahun ini tentu membuat penasaran. Ini adalah isyarat Allah tentang kemunginan manusia melompat ke masa depan. Ayat ini turun 1400 tahun sebelum film-film Hollywood tentang lorong waktu (time tunel) tentang mesin waktu (time machine), serta tentang perjalanan ke masa depan (back to the  future).
   Pada tahun 1958, Profesor Muhammad Taisir Dhabyan, ketua Rabithah Ulumul Islamiyah di Yordania, setelah Shalat Istikharah di Masjid Al Hussein, Amman, menemukan gua yang tertutup timbunan reruntuhan 3 km di luar kota Amman. Gua yang diyakini sebagai gua Ashabul Kahfi yang disebut dalam Al Quran itu dipotret 'an dilampirkan dalam surat proposal yang ditujukan kepada Direktorat Purbakala Kerajaan Yordania. Namun respons positif baru diperoleh 5 tahun kemudian, yakni di tahun 1963. Gua tersebut mulai digali, dibersihkan, dan dipugar sampai akhirnya pada tahun 1977 nama desa Ar-Rajib didekatnya diresmikan menjadi desa Ar-Raqim, sesuai dengan ayat Al Quran.
   Gua Ashabul Kahfi tersebut menghadap ke arah selatan, ke kota Amman. Di sana ditemukan 8 kuburan, 4 di sudut timur dan 4 di sudut barat. Sebuah ruangan yang agak lapang terdapat di sudut utara yang disebut fajwah dalam Al Quran. Sebuah lubang terowongan vertikal berdiameter 60 cm sepanjang 4 m, menghubungkannya dengan lantai masjid di atas gua. Ada tujuh buah tiang masjid bergaya Romawi dan dua tiang lagi di pintu gua berasal dari abad ke-3 Masehi. Ditemukan juga beberapa mata uang tembaga dan perak dari zaman Romawi, Byzantium, Umayyah, Abasiyyah, dan Usmaniyyah.
Ada sumur dan kendi kuno untuk berwudlu, tengkorak manusia dan anjing serta sebatang pohon zaitun purba di halaman gua. Di tahun 1960, Abu Ala al-Maududi, pimpinan Jamaat Islami Pakistan mengunjungi gua tersebut.
    Kini situs itu sudah menjadi obyek kunjungan peziarah dan di depannya dipasang papan nama CAVE OF THE SEVEN SLEEPERS. Lokasinya tidak lagi terpencil di luar kota, tetapi sudah berada kawasan industri yang sibuk.
   Penemuan itu membuktikan kebenara Al-Qur’an dan memancing perhatian kepada dua hal. Hal pertama tentang pengaruh gua bagi keawetan tubuh manusia tanpa balsem. Di Amerika Serikat, saat ini sudah ada lembaga yang menerima order khusus bagi orang yang mayatnya diawetkan. Mereka harus membayar mahal untuk ditempatkan dalam tabung dengan temperatur mi nus 2730C supaya organ-organ tubuhnya tetap awet selama seratus tahun. Dengan harapan, kelak saat  itu ditemukan teknologi menghidupkan orang mati.  Suatu investasi untung-untungan, tetapi bukan mustahil.
Hal kedua, tentang  lompatan waktu. Fenomena tidur 309 tahun serasa sehari adalah menggambarkan relativitas waktu, sebagaimana teori Albert Einstein. Teori relativitas mengatakan bahwaa waktu berjalan lebih lambat bagi benda yang sedang mengalami akselerasi/percepatan sehingga seorang astronot yang pergi ke ruang angkasa selama setahun menurut perhitungan jamnya. waktu mendarat kembali akan menjumpai saudara kembarnya sudah tua karena bagi orang bumi, waktu sudah berjalan dua puluh tahun sejak roket berangkat. Bagi pemuda Ashabul Kahfi rasanya hanya tidur sehari atau setengah hari, tetapi di luar gua, waktu berjalan normal.
  Ada teori lain yang dinamakan Folding Time and Space yang dikemukakan oleh Peter Lorie dan Sidd Murray Clark dalam bukunya History of the Future. Teori ini menyatakan bahwa waktu dan ruang itu bisa dilipat-lipat seperti akordeon. Atau seperti halaman dalam buku yang diberi nomor unit untuk dibaca berurutan secara normal, namun, bila sedang ditutup, halaman 1 dan halaman 40 berhimpit sedemikian rapatnya sehingga jaraknya hampir nol. Melompat dari halaman ke halaman yang jauh pun bisa dilakukan dalam sedetik. Mengembara dari masa lalu ke masa depan dan kembali lagi, bukan masalah. Ilmuwan lain, David Bohm, menjelaskan teori tersebut secara sederhana. Alam semesta menempati dan memenuhi ruang tiga dimensi, tetapi karena manusia hanya bisa menangkap, mengindrai bidang dua dimensi, seluruh titik yang ada di ruang tadi muncul dalam bidang tersebut. Titik yang jauh akan lebih samar-samar dan titik dekat akan lebih tegas.
Hal yang sama tentang waktu, seluruh waktu, masa lalu, saat ini, dan masa depan, sebenarnya ada pada saat ini. Saat yang telah lama silam agak kabur remang-remang. juga masa depan yang masih jauh. Tetapi kemarin dan besok pagi akan tampak terang dan tajam. Ini menjawab teka-teki peristiwa Isra' Mi'raj di mana Nabi Muhammad saw. shalat bersama-sama para nabi yang sudah lama wafat. Mudah dimengerti bila kita bayangkan tahun hidup dan daerah tempat tinggal para Nabi tersebut sebagai halaman kertas yang dilipat menjadi berimpit. Subhanallah. Bukankah itu yang Allah isyaratkan dalam Surat Al Kahfi?. Bahwa perjalanan antar zaman itu tidak mustahil. Coba kita simak firman Allah dalam surat Al Kahfi (18) ayat 9, Apakah engkau kira, kisah penghuni gua dan raqim, adalah ayat-ayat Kami yang ajaib?

   Pertanyaan Allah ini menggelitik. Karena tidur 309 tahun bagi kita saat ini memang sesuatu ajaib. Tetapi Allah seolah-olah  membuka rahasia hal itu sebetulnya tidak begitu ajaib. Kelak kalian juga bisa melakukannya.
    Kemudian ayat ke-22 yang bunyinya, Nanti akan berkata bahwa jumlahnya tiga orang, empat anjingnya. Yang lain berkata ada lima orang, enam anjingnya yang hilang. Dan ada lagi yang akan berkata  tujuh orang, delapan dengan anjingnya. Katakan, "Tuhanku tahu jumlah mereka." 'Tidak ada yang tahu jumlah mereka kecuali sedikit....
Berarti tidak mustahil manusia bisa mengengetahui  jumlah bilangan pemuda dan anjingnya. Kata "illa qolila  kecuali sedikit-mengisyaratkan   bahwa untuk  mengetahuinya harus melalui  riset penelitian dengan payah, mengerahkan dana dan daya. Begitu kira-kira Allah. Apabila bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dikembangkan dengan sepenuhnya, manusia akan mencapai kemampuan-kemampuan yang tak terbayar saat ini. Berbagai hal yang dulu disebut mukjizat, karomah dan ajaib, kelak akan menjadi barang lumrah. Wallohu a'lam.

 (Dicopi dari Buku Percikan Sains Dalam Al-Qur'an : Bambang Pranggono, 2010)